(Taiwan, ROC) – Merokok, minum minuman keras, dan mengunyah pinang dapat dengan mudah menyebabkan kanker esofagus (kanker kerongkongan), tapi banyak orang yang mengabaikan, bahwa makan makanan terlalu panas dan terlalu pedas meningkatkan risiko kanker hingga dua kali lipat. Dokter bedah toraks dari Rumah Sakit Afiliasi Universitas Medis Sun Yat-sen, Chen Chih-yi (陳志毅) menyampaikan, bahwa sering mengonsumsi makanan yang terlalu panas, minuman panas, dan makanan yang terlalu pedas berbahaya bagi jaringan sel. Stimulasi secara konstan dapat merubahnya menjadi sel kanker dini. Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya menghindari makanan yang terlalu pedas atau terlalu panas.
Berdasarkan data registrasi kanker dari Ditjen Promosi Kesehatan Nasional (HPA) pada tahun 2021, ada 2.881 orang yang didiagnosis menderita kanker esofagus, dengan 2.614 orang di antaranya adalah pria, terhitung lebih dari 90%. Statistik kematian dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) mengindikasikan bahwa sekitar 1.980 orang meninggal karena kanker esofagus di tahun 2022 dan kanker esofagus merupakan peringkat kelima dari 10 kanker yang menyebabkan kematian pada pria.
HPA menunjukkan pada 26 Februari lalu, bahwa karsinogen penyebab kanker esofagus antara lain adalah tembakau, alkohol, pinang, makanan yang mengandung nitrosamin, suhu makanan terlalu panas, refluks gastroesofageal, obesitas, dan kebersihan mulut yang buruk. Badan Penelitian Kanker Internasional (IARC) mengklasifikasikan minuman panas di atas 65 derajat Celcius kemungkinan merupakan karsinogen kanker esofagus, dan penelitian menunjukkan, bahwa risiko kanker dari makanan yang terlalu panas adalah 1,92 kali lipat lebih tinggi daripada makanan panas biasa.
Dalam sebuah wawancara, dokter bedah toraks dari Rumah Sakit Afiliasi Universitas Medis Sun Yat-sen, Chen Chih-yi (陳志毅) menyampaikan, bahwa konsumsi makanan panas dan pedas secara teratur dapat merusak sel, menyebabkan lesi, dan dengan mudah menyebabkan kanker esofagus epidermoid.
Selain makanan yang terlalu panas dan pedas, acar, dan makanan yang dibakar juga merupakan faktor risiko. Chen Chih-yi menyampaikan, bahwa untuk meningkatkan umur simpan, nitrit sering ditambahkan sebagai pengawet pada makanan yang diasamkan dan dipanggang. Ketika tergabung dengan “amina sekunder” pada makanan, karsinogen “nitrosamines” akan terbentuk, sehingga meningkatkan risiko kanker esofagus.
Sebagai tambahan, HPA menunjukkan, bahwa merokok, minum alkohol, dan mengunyah pinang merupakan faktor risiko umum untuk berbagai jenis kanker. Berdasarkan studi generasi komunitas di Taiwan, orang yang minum alkohol, merokok, dan mengunyah pinang memiliki sekitar 3 kali peningkatan kemungkinan terkena kanker esofagus. Mereka pun meminta masyarakat untuk mengambil aksi secepatnya, berhenti untuk mengurangi risiko kanker.
![]()
(foto: Peijia Li/Unsplash)