History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pekerja Migran Jadi Kaki Tangan Sindikat Penipuan, Dalam Setahun Hampir Seribu Orang Terlibat

  • 29 February, 2024
  • 尤繼富
Pekerja Migran Jadi Kaki Tangan Sindikat Penipuan, Dalam Setahun Hampir Seribu Orang Terlibat
Pekerja Migran Jadi Kaki Tangan Sindikat Penipuan, Dalam Setahun Hampir Seribu Orang Terlibat. 圖/YAHOO 台灣

(Taiwan, ROC) --- Menurut statistik Badan Kepolisian Nasional Taiwan (NPA), jumlah WNA yang terlibat kasus kejahatan di Taiwan terus meningkat setiap tahunnya, bahkan mencapai rekor tertinggi 5.674 orang pada tahun 2023.

Kejahatan yang paling sering dilakukan adalah membahayakan keselamatan publik, penipuan, narkoba, dan pencurian.

Di antara semua kasus tersebut, jumlah WNA yang melakukan penipuan di Taiwan mencapai 927 orang, meningkat hampir 78% dibandingkan tahun 2022, menjadi yang terbanyak.

Petugas anti-penipuan dari Biro Investigasi Kriminal (CIB) menunjukkan bahwa hal ini sejalan dengan tren maraknya penipuan yang terjadi belakangan ini.

Alasan utamanya adalah para pekerja migran dibujuk untuk memberikan kartu telepon dan rekening bank mereka, yang nantinya akan digunakan untuk membantu penipuan dan pencucian uang.

CIB menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan unit terkait untuk merumuskan langkah-langkah pencegahan.

移工淪詐團幫凶1年近千人涉詐- A4 社會綜合- 20240226 - 中國時報- 翻爆- 翻報

圖/中國時報

Baru-baru ini, Taiwan dan India menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) tentang kerja sama di sektor ketenagakerjaan, yang berarti akan ada lebih banyak pekerja migran asal India yang datang ke Taiwan di masa depan.

Hal ini kemungkinan akan meningkatkan WNA yang terjerat kasus kriminal di Taiwan.

NPA menyatakan bahwa meskipun pandemi COVID-19 berkecamuk, tetapi jumlah tersangka asing di Taiwan terus meningkat, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Kejahatan yang dilakukan oleh WNA didominasi oleh membahayakan keselamatan publik, penipuan, narkoba, dan pencurian, dengan 55% pelakunya berasal dari Vietnam.

Atas dasar kebutuhan keamanan publik, keamanan nasional, dan bantuan administratif, maka pihak kepolisian secara aktif menindak imigran status hilang kontak (gelap), pernikahan palsu, perdagangan seks, pekerjaan ilegal, dan kejahatan lainnya.

112年度總預算案警政署編列逾245億元歷年最高| 政治| 中央社CNA

圖/CNA

Petugas anti-penipuan mengatakan, ketika melacak IP transfer bank online dan menemukan bahwa itu adalah kartu prabayar milik pekerja migran, mereka meyakini bahwa pemegang kartu tersebut pasti bukan pelaku.

Staf anti penipuan hanya dapat mengandalkan penyelidikan teknologi untuk secara bertahap mengunci identitasnya.

Namun, biasanya pekerja migran yang ditemukan telah meninggalkan Taiwan atau kehilangan kontak (ilegal).

Jaksa dan polisi mengatakan bahwa sindikat penipuan biasanya akan membeli rekening bank dan kartu prabayar dari pekerja migran yang akan segera meninggalkan Taiwan, dan membantu mereka mengajukan permohonan transfer online melalui bank online.

Hal ini semakin mempersulit penyelidikan dan penyitaan oleh jaksa dan polisi.

Seorang perwira intelijen telekomunikasi bahkan mengatakan bahwa jika pelakunya berhati-hati dan memasang lebih banyak jebakan, maka identitasnya bahkan mungkin tidak dapat ditemukan.

Namun demikian, polisi dapat mengunci identitas pekerja migran, mereka akan tetap mengirimkannya ke kantor kejaksaan setempat untuk diselidiki meskipun orang tersebut telah meninggalkan Taiwan.

Inilah sebabnya mengapa kasus penipuan yang melibatkan WNA meningkat pesat.

逾期居留移工藏毒棄車落跑警跑百米壓制逮人- 社會- 自由時報電子報

圖/自由時報

Salah satu contohnya adalah "penipuan investasi palsu" yang bergantung pada transfer bank online.

Pada bulan Januari, "Proyek Pemutusan Investasi" Biro Investigasi Kriminal menemukan seorang perawat Indonesia yang membantu sindikat penipuan mencuci uang ke Hong Kong melalui bank online di rumah.

Bulan Januari lalu, CIB berhasil mengungkap sindikat pencucian uang "transfer bank online" yang dipimpin oleh seorang preman bermarga Gu (古姓).

Gu menggunakan identitas orang lain untuk mendirikan perusahaan cangkang dan membuka rekening atas nama mereka.

Dia kemudian menggunakan kartu pekerja migran untuk melakukan transfer online ke rekening di Hong Kong.

Meskipun Gu berusaha menutupi jejaknya, dia tetap ketahuan oleh polisi saat dia melakukan top-up di konter untuk kartu telepon pekerja migran atas nama orang lain.

Kasus ini menunjukkan tren baru di mana pekerja migran dimanfaatkan sebagai "boneka" untuk penipuan dan pencucian uang.

警政署公布最新警察人事黃明昭正式陞任刑事警察局長

圖/YAHOOTAIWAN

CIB akan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) dan Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) untuk membahas solusi dengan lembaga keuangan dan telekomunikasi.

Diharapkan setelah pekerja migran meninggalkan Taiwan, nomor telepon dan internet mereka dapat diputus dan transaksi otomatis pada rekening bank mereka dapat dihentikan.

Hal ini diharapkan dapat mencegah pekerja migran menjadi alat pencucian uang bagi sindikat penipuan.

Komentar

Terbarumore