(Taiwan, ROC) —- Seorang buronan asal Taiwan berusia 44 tahun, Shi Mao-qiang (石茂強), ditemukan tewas di sebuah restoran terbengkalai dekat Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand, pada tanggal 25 Februari 2024. Ia diduga dieksekusi dengan cara ditembak pada bagian kepala sebanyak tiga kali.
Penyelidikan polisi mengungkapkan bahwa empat pria Taiwan dan satu wanita Thailand terlibat dalam kasus ini. Wanita berkebangsaan Thailand tersebut ditangkap di Kamboja pada tanggal 27 Februari 2024.
Wanita tersebut mengklaim bahwa salah satu tersangka pria Taiwan adalah pacarnya, tetapi ia tidak terlibat dalam pembunuhan atau pembuangan jenazah dan tidak memiliki hubungan dengan Shi Mao-qiang.

圖/TVBS
Menurut media Thailand, pembunuhan tersebut diduga terjadi di rumah Piyanut Thammarat, wanita berusia 23 tahun, yang kemudian melarikan diri ke Kamboja dan ditahan oleh polisi setempat. Pada tanggal 27 Februari 2024, Piyanut Thammarat kemudian dideportasi kembali ke Thailand.
Piyanut Thammarat mengklaim bahwa salah satu tersangka pria Taiwan adalah pacarnya tetapi ia tidak terlibat dalam penembakan atau pembuangan jenazah dan tidak memiliki hubungan dengan korban.
Ia juga menyatakan bahwa pada malam kejadian, dirinya mendengar Shi Mao-qiang mengatakan "maaf" dalam bahasa Mandarin sebanyak tiga kali, diikuti dengan dua tembakan. Piyanut Thammarat tidak mengetahui mengapa korban dibunuh.
Keterangan yang disampaikan oleh Piyanut Thammarat juga sesuai dengan deskripsi saksi mata di dekat lokasi kejadian.

Wanita Thailand yang sempat melarikan diri ke Kamboja dan akhirnya berhasil ditahan . 圖/TVBS
Wanita tersebut mengatakan bahwa ia memiliki properti di Provinsi Sa Kaeo dan memutuskan untuk menyerahkan diri kepada polisi karena tekanan yang dirasakannya. Polisi saat ini masih melakukan interogasi lebih lanjut untuk mengklarifikasi apakah dia terlibat dalam kejahatan di atas.
Criminal Investigation Bureau di Taiwan (CIB) mengumumkan, pada tanggal 25 Februari 2024, polisi Thailand mendapatkan laporan tentang penemuan mayat seorang pria tidak dikenal di dalam sebuah bangunan kosong dekat Bandara Suvarnabhumi, Thailand.
Setelah memeriksa tato dan sidik jari pada tubuh tersebut, diketahui bahwa korban adalah Shi Mao-qiang (44 tahun), seorang buronan dari Taiwan yang dicari karena terlibat dalam berbagai kasus kejahatan, termasuk kepemilikan senjata api, perampokan, dan cedera karena kelalaian.
Penyelidikan intensif yang dilakukan oleh polisi Thailand bekerja sama dengan tim penghubung Biro Kriminal di Thailand, dan unit Interpol menunjukkan bahwa empat pria Taiwan dan seorang wanita Thailand terlibat dalam kasus ini.
Setelah insiden tersebut, kelima tersangka melarikan diri ke Kamboja, lalu berpisah ke berbagai tempat. Dari empat pria asal Taiwan, tiga di antaranya masih berada di Kamboja, sementara satu telah kembali ke Taiwan.

Lima tersangka yang diduga memiliki keterkaitan dengan kematian Shi Mao-qiang (石茂強) 圖/TVBS
Pria yang kembali ke Taiwan, Zhou Yu-fan (周昱帆), menghadap ke kantor polisi secara sukarela untuk diinterogasi. Menurut pemeriksaan oleh jaksa di Kantor Kejaksaan Distrik Taipei, Zhou Yu-fan diduga melanggar Pasal 271 Ayat 1 Kode Pidana atas dakwaan pembunuhan dan Pasal 8 Ayat 3 Undang-Undang Pencegahan Bahaya Narkoba atas dakwaan penjualan narkotika kelas tiga.
Dengan bukti kuat atas keterlibatan dalam kasus kejahatan serta kolusi, dan potensi penghancuran barang bukti, Zhou Yu-fan telah ditahan dan dilarang bertemu siapa pun.