(Taiwan, ROC) Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) hari Rabu ini (28/2) umumkan penambahan 1 kasus dikonfirmasi menderita campak, pasien ini adalah tenaga medis laki-laki berusia lebih dari 30 tahun, pda tanggal 13 Februari yang lalu berinteraksi dengan penderita campak kasus lokal pertama, kondisi ini dinyatakan sebagai penularan kluster dengan 2 penderita, hampir 600 orang yang berinteraksi langsung dengan penderita campak.
Juru Bicara CDC Lo Yi-chun (羅一鈞) pada hari Rabu ini (28/2) saat menerima wawancara media, ia menyampaikan penambahan kasus dengan penderita adalah seorang tenaga medis, bagi tenaga medis yang tidak memiliki antibodi campak, maka tenaga medis pada rumah sakit tersebut perlu melengkapi vaksinasi campak (Measles), gondongan (Mumps) dan campak Jerman (Rubella) yang dikenal dengan vaksinasi MMR, hingga saat ini pemberian vaksin masih belum selesai.
Penderita kasus ini pada tanggal 13 Februari ketika bertugas di rumah sakit, sempat berinteraksi langsung dengan pasien kasus lokal yang dikonfirmasi pada tanggal 19 Februari (seorang warga kawasan utara, laki-laki, berusia 30 tahun ke atas), dikarenakan kasus ini dikonfirmasi oleh dinas kesehatan dan mencatat orang-orang yang pernah berinteraksi langsung untuk ditelusuri lebih lanjut, kemudian yang bersangkutan pada tanggal 24 Februari mulai muncul gejala seperti pusing, tanggal 26 Februari timbul gejala batuk dan ruam merah tetapo tidak demam dan pada tanggal 27 Februari dikonfirmasi sebagai penderita oleh pihak rumah sakit, hingga saat ini tengah diisolasi di rumah.
Juru Bicara CDC Lo Yi-chun mengatakan, sementara untuk kasus ini orang yang berinteraksi langsung tercatat 306 orang, termasuk 4 orang kerabat yang tidak tinggal serumah, dan 302 orang yang berinteraksi di rumah sakit dan lokasi-lokasi tempat ia beraktivitas, dan mereka akan mendapat pengawasan hingga 15 Maret. kasus pertama dengan jumlah orang yang berinteraksi langsung mencatat 300 orang, dua kasus dengan cakupan orang yang berinteraksi langsung mencapai 600 orang. Kasus ini mencatat 13 tenaga medis tidak memiliki antibody campak atau tidak ada data pemeriksaan antibodi, maka dicatat sebagai bagian pengendalian penyakit menular.
CDC mengemukakan, penambahan kasus pada periode penularan, ada histori perjalanan di tempat umum, termasuk bandara Internasional Taoyuan terminal 2 pada tanggal 22 Februari pukul 3 -5 sore hari dan foodcourt B2 kemudian pada tanggal 25 Februari pukul 9.45 -10.30 malam hari makan di salah satu restoran di Distrik Chungho, Kota New Taipei.
CDC mengingatkan, bagi warga yang sempat berada di lokasi yang sama, diminta untuk melakukan swa-kontrol kesehatan selama 18 hari, apabila muncul gejala seperti demam, Rinitis atau radang selaput lendir hidung , Konjungtivitis, batuk, ruam merah dan gejala lainnya yang mencurigakan maka segera menghubungi dinas kesehatan, akan diatur untuk perawatan medisnya dan memberitahu kepada pihak yang berinteraksi langsung. Selama swa-kontrol kesehatan diminta tidak bepergian ke tempat umum, wajib mengenakan masker untuk mengurangi risiko penularan virus. Pengawasan bagi pihak yang pernah berinteraksi dengan pasien akan berlangsung paling lambat hingga 15 Maret.
Mengenai risiko epidemi campak, hingga saat ini di Taiwan ada 1 kasus dari luar negeri, 2 kasus lokal maka risiko penularan ini semakin tinggi, mengimbau agar anak berusia genap 1 tahun segera diberi vaksin; Sementara bagi tenaga medis, apabila dinilai tidak memiliki antibodi campak tidak mencukupi menurut evaluasi dari rumah sakit maka dianjurkan untuk segera divaksin, serta semua rumah sakit perlu mendata kembali apakah tenaga medis dan pekerja di rumah sakit perlu melengkapi vaksin, karena berkemungkinan situasi penularan lokal semakin menghangat.
CDC mengatakan, berkaitan dengan penularan kluster, berbagai upaya pencegahan telah dilakukan oleh dinas kesehatan, dan memantau perkembangan wabah ini. Penyakit campak yang menular, menular pada 4 hari sebelum dan sesudah muncul gejala ruam. Dokter mengingatkan warga untuk ekstra hati-hati, saat berobat, apabila muncul gejala campak maka wajib melapor; warga diingatkan apabila ada gejala yang mencurigakan segera berobat dan memberitahu dokter terkait histori perjalanan.