(Taiwan, ROC) --- Sebuah kapal kargo Australia yang membawa 32 awak kapal tenggelam hampir 120 tahun yang lalu akibat badai. Dan baru-baru ini, perusahaan eksplorasi menemukan puing-puing kapal tersebut secara tidak sengaja saat sedang mencari kontainer.
Penemuan ini tidak hanya membuka misteri tenggelamnya kapal pada masa itu, tetapi juga mendorong keluarga dan keturunan awak kapal untuk mengenali mereka.

圖/NEWYORKPOST
Menurut laporan dari "New York Post", kapal batu bara bernama SS Nemesis ini berangkat pada Juli 1904 menuju Melbourne dan menghadapi badai besar di dekat perairan New South Wales, yang akhirnya menyebabkan kapal dan semua 32 awaknya tenggelam ke dasar laut.
Dikatakan bahwa dalam beberapa minggu setelah badai, mayat awak kapal dan puing-puing kapal terus terdampar di Pantai Cronulla di Sydney.
Insiden ini pada saat itu menarik perhatian media dan publik, tetapi puing-puing "SS Nemesis" tidak pernah ditemukan, dan bahkan lokasi pasti dari tenggelamnya kapal tidak pernah diketahui.
Misteri ini baru terpecahkan 120 tahun kemudian, ketika perusahaan "Subsea Professional Marine Services" yang sedang mencari kontainer yang hilang di dasar laut dekat pantai Sydney, secara tak terduga menemukan "SS Nemesis".

圖/取自YouTube影片
Diketahui bahwa kapal tenggelam berada sekitar 16 mil (sekitar 25,7 kilometer) dari pantai, dan pada kedalaman hampir 525 kaki (sekitar 160 meter).
Gambar yang terungkap menunjukkan reruntuhan "SS Nemesis" berdiri tegak di dasar laut berpasir, dengan bagian depan dan belakang kapal terlihat rusak parah.
Setelah pemeriksaan oleh para ahli, disimpulkan bahwa penyebab tenggelamnya "SS Nemesis" adalah karena tidak mampu menahan keganasan badai.

圖/取自YouTube影片
"Kapal tersebut mulai tenggelam dengan cepat setelah dihantam ombak besar, yang membuat awak kapal tidak memiliki waktu untuk menyiapkan sekoci penyelamat," ujar salah seorang ahli.
Seiring terungkapnya lebih banyak informasi, pejabat pemerintah juga mengajak keluarga awak kapal yang menjadi korban untuk mengenali mereka.
Menteri Lingkungan setempat, Penny Sharpe, mengatakan, "Sekitar 40 anak kehilangan orang tua mereka akibat kecelakaan kapal ini, dan saya berharap penemuan ini dapat memberikan jawaban kepada keluarga dan teman-teman korban yang terkait dengan kapal ini dan yang tidak pernah mengetahui nasibnya."
Diketahui bahwa 32 awak kapal yang menjadi korban berasal dari Australia, Inggris, dan Kanada.

圖/取自YouTube影片