(Taiwan, ROC) --- Yuan Legislatif pada hari ini (23/2) mengundang Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) untuk menyampaikan laporan khusus tentang keamanan pangan.
Beberapa pekan lalu, Taiwan dikejutkan dengan penemuan senyawa cimbuterol dalam salah satu produk daging babi milik Taisugar oleh pemerintah Kota Taichung.
Menanggapi hal di atas, PM Chen menyampaikan bahwa menurut evaluasi awal, maka pihaknya mengesampingkan risiko kontaminasi pasokan daging babi domestik oleh beta-agonis. Kasus yang terjadi di Taichung tersebut diperkirakan merupakan masalah tunggal dan bukan kejadian sistemis.
Di masa mendatang, pihaknya akan menerapkan pengawasan ketat terhadap penggunaan obat hewan dan pemantauan beta-agonis pada ternak babi sebelum dipasarkan.
Sebelum perayaan Imlek, pemerintah Kota Taichung menguji sampel pada produk "Pork Boston Butt, Sliced" milik Taisugar, dan menemukan kandungan cimbuterol yang dilarang.
Guna memastikan keamanan pangan bagi seluruh masyarakat, maka anggota Yuan Legislatif dari semua partai mendesak Perdana Menteri Chen untuk datang memberikan laporan khusus.
PM Chen bersama dengan pimpinan dari kementerian terkait pada hari ini (23/2) pun hadir memberikan laporan dan menjawab pertanyaan.
Dalam laporannya, PM Chen merinci beberapa contoh insiden keamanan pangan sistemis yang terjadi semenjak tahun 2008 hingga 2015.
Setelah pemerintahan Tsai menjabat pada tahun 2016, mereka secara aktif mempromosikan kebijakan "Lima Lingkaran Keamanan Pangan", memperluas aspek manajemen keamanan pangan ke perlindungan lingkungan, produksi pertanian yang aman di hulu, serta keamanan penjualan dan kebersihan makanan di hilir.
Insiden keamanan pangan dalam beberapa tahun terakhir telah beralih dari "sistemis" menjadi masalah "kasus tunggal".
Terkait dengan penemuan "cimbuterol" pada "Pork Boston Butt, Sliced" produksi dalam negeri, PM Chen menyampaikan bahwa setelah insiden tersebut terjadi, pemerintah segera memerintahkan Taisugar untuk menarik dan mengumpulkan produk tersebut dari pasar.
Beliau juga langsung meminta otoritas terkait untuk memulai penyelidikan dan pengujian terhadap sumber daging, serta mengumpulkan sampel serum, rambut, pakan ternak, daging dari batch yang sama.
Hingga tanggal 21 Februari 2024, Kementerian Pertanian telah secara bertahap memeriksa 793 sampel sebelum dipasarkan. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) juga memeriksa 92 sampel setelah dipasarkan.
Total ada 885 sampel diperiksa, dan semuanya tidak menemukan hasil positif, kecuali satu kotak sampel yang ditemukan di Kota Taichung mengandung cimbuterol.
PM Chen menerangkan, Taisugar juga telah mengirimkan 36 sampel daging dari batch yang sama untuk diperiksa, dan semua hasilnya negatif terhadap beta-agonis.
Pihaknya sementara mengesampingkan risiko kontaminasi pasokan daging babi domestik secara berantai oleh beta-agonis.
PM Chen Chien-jen mengatakan, "Kasus ini diperkirakan sebagai masalah sampel tunggal dan bukan kejadian sistemis. Untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat, maka pemerintah akan menanganinya dengan sangat cermat dan hati-hati. Kami telah memerintahkan MOHW dan Kementerian Pertanian untuk mengundang para ahli dan akademisi, melakukan penyelidikan administratif, serta meninjau risiko kontaminasi pada setiap tahap pengoperasian."
PM Chen menekankan bahwa keamanan pangan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah. Pemerintah akan menerapkan pengawasan ketat terhadap penggunaan obat pada hewan, memperkuat pemantauan beta-agonis pada daging babi sebelum dipasarkan.
Selain itu, pengujian beta-agonis pada produk daging babi juga akan ditingkatkan dari 2.000 sampel per tahun menjadi 4.000 sampel, untuk memastikan daging yang ada akan dijual sesuai dengan standar keamanan.