(Taiwan, ROC) --- Mereka bertemu dan mengikat janji pada 70 tahun yang lalu. Dan kini mereka berpulang setelah bersama-sama mengarungi bahtera kehidupan selama beberapa dekade.
Seorang kakek di Chiayi meninggal dunia pada tanggal 8 Februari 2024, dan tak disangka di hari ketujuh setelahnya, istrinya juga meninggal dunia. Keduanya berpulang di usia yang sama, yakni 92 tahun.
Yang menarik, pasangan suami istri ini lahir di bulan dan tahun yang sama, dan kini meninggal di bulan dan tahun yang sama juga. Dengan penuh kesedihan, anak-anak mereka berkata, "Pasangan suami istri meninggal bersama, adalah berkah yang jarang ditemui dalam seratus tahun."

Shen Li-shan (沈麗山) (kanan) dan Shen You Yu-zhi (沈游玉治) (kiri) 圖/翻攝自沈榮祿臉書
Kisah cinta romantis ini terjadi di Desa Shuishang, Chiayi. Pasangan suami istri Shen Li-shan (沈麗山) dan Shen You Yu-zhi (沈游玉治), telah menikah lebih dari 70 tahun.
Bersama-sama mereka menjalani kehidupan dan saling mendampingi hingga akhir hayat. Keduanya lahir pada Juli 1933, dan meninggal bersama pada tahun ini.
Shen Li-shan meninggal dunia pada tanggal 8 Februari 2024, dan tak disangka 7 hari kemudian, istrinya Shen You Yu-zhi juga berpulang, keduanya berusia 92 tahun.
Pasangan Shen Li-shan dan Shen You Yu-zhi memiliki hubungan yang sangat dekat, pasangan ini dikaruniai 4 anak, dua di antaranya, Shen Rong-shou (沈榮壽) dan Shen Rong-lu (沈榮祿), keduanya mengajar di Universitas Chiayi.
Shen Rong-shou adalah Profesor dan Dekan Fakultas Pertanian di Universitas Chiayi. Kisah romantis Shen Li-shan dan Shen You Yu-zhi dibagikan oleh anak mereka, Shen Rong-lu di media sosial Facebook.
Shen Rong-lu menuliskan bahwa ibunya telah terbaring di tempat tidur selama lebih dari sepuluh tahun. Beberapa kali ia harus berhadapan antara hidup dan mati, tetapi tetap bertahan, karena ibunya selalu menunggu hari dimana agar ayahnya bisa membawanya untuk pergi bersama.
Shen Rong-lu menyatakan, pada Hari Valentine kemarin, 14 Februari 2024, tepat pada hari ketujuh setelah ayahnya meninggal, ibunya juga dijemput untuk pergi bersama-sama.
"Ayah saya sangat romantis, bahkan memilih di Hari Valentine. Saya ingin mengutip kata dari puji-pujian yang diinterpretasikan di Tibet, yakni 'Pasangan suami istri yang berakhir baik bersama, adalah berkah yang jarang ditemukan dalam seratus tahun.'"
Shen Rong-lu melanjutkan bahwa kini kedua orang tuanya telah berbahagia di alam lain dan akan senantiasa memberkati anak cucu dengan keberuntungan yang berlimpah.
Mereka bergandengan tangan, berjanji untuk bersama menuju ke surga, layaknya puisi yang ditulis oleh Bai Ju-yi (白居易), -Di langit ingin menjadi burung yang bersayap bersama, di bumi ingin menjadi cabang yang terikat bersama. Langit dan bumi mungkin berakhir suatu saat, tapi cinta ini akan berlanjut tanpa akhir-.