History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Insiden Staf Toko Waralaba Dipeluk Paksa oleh PMI. Netizen Taiwan: Trauma! Tidak Berani Berlama-lama Kalau Berkunjung ke Tempat yang Banyak Pekerja Migran. Risih Disiulin

  • 17 February, 2024
  • 尤繼富
Insiden Staf Toko Waralaba Dipeluk Paksa oleh PMI. Netizen Taiwan: Trauma! Tidak Berani Berlama-lama Kalau Berkunjung ke Tempat yang Banyak Pekerja Migran. Risih Disiulin
Insiden Staf Toko Waralaba Dipeluk Paksa oleh PMI. Netizen Taiwan: Trauma! Tidak Berani Berlama-lama Kalau Berkunjung ke Tempat yang Banyak Pekerja Migran. Risih Disiulin.圖/YAHOO 台灣

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 13 Januari 2024, terjadi insiden seorang PMA pria asal Indonesia yang secara tiba-tiba menerobos masuk area kasir, lalu memeluk dan menahan seorang staf toko waralaba wanita dengan begitu kuatnya. Peristiwa yang terjadi di dekat stasiun kereta api Zhunan, Kabupaten Miaoli tersebut, sontak saja mengejutkan banyak pihak di Taiwan.

Terkejut dipeluk dan ditahan dengan begitu kuat, staf toko waralaba tersebut langsung berteriak dan menangis histeris. Pelaku kejadian ini mengaku kalau dirinya telah bersikap di luar batas dikarenakan mood (emosi) yang sedang tidak baik.

超商女店員被移工強抱新聞 - 閒聊板 | Dcard

圖/DCARD

Video yang merekam peristiwa tersebut pun viral di jagat maya Taiwan. Hal ini kemudian menimbulkan diskusi yang ramai di media sosial lokal.

Salah seorang Warganet Taiwan mengaku bahwa dirinya pernah kuliah di Zhongli selama empat tahun. Dan selama waktu tersebut, dirinya selalu menghindari untuk berlama-lama berada di sekitar stasiun kereta setempat, yang notabene sering menjadi tempat berkumpulnya para pekerja migran. Ia bahkan selalu merasa tidak nyaman ketika mengenakan celana pendek saat keluar rumah.

Pada tanggal 15 Februari 2024, Warganet bersangkutan mengunggah postingan di media sosial lokal Taiwan, yaitu Dcard, dengan judul "Berita Pegawai Minimarket yang Dipeluk Paksa oleh Pekerja Migran".

Ia lalu mengungkapkan rasa ketidaknyamanannya ketika harus membayangkan seberapa takutnya pegawai wanita tersebut di saat itu.

Ia menambahkan bahwa selama empat tahun kuliah di Zhongli, dia pernah merasa risih atau tidak nyaman ketika diberi siulan oleh para pekerja migran. Dan semenjak itulah, ia merasa sedikit trauma dan tidak berani lagi berlama-lama di sekitar stasiun kereta, terutama saat mengenakan celana pendek.

苗栗超商女店員遭「強抱」!移工辯稱「被騙心情不好」才失控她嚇壞大哭-風傳媒

圖/風傳媒

Sang pengunggah berpendapat bahwa Taiwan tidak memiliki undang-undang yang ketat untuk mengatur ketertiban di lingkungan yang sering menjadi tempat perkumpulan pekerja migran. Hal ini ia anggap sangat menakutkan, terutama sebagai seorang wanita, yang harus selalu waspada terhadap orang lain.

Ia juga berharap pemerintah dapat menetapkan tindakan yang sesuai untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, sehingga semua orang, baik pria maupun wanita, dapat merasa aman dan tidak lagi mengalami pelecehan saat keluar rumah.

Setelah postingan tersebut dipublikasikan, banyak netizen yang kemudian memberikan komentar mereka.

Ada yang menuliskan, "Sebagai seorang staf toko waralaba, saya benar-benar takut jika suatu hari hal itu terjadi pada saya, saya tidak bisa membayangkan trauma yang dialami gadis itu."

"Orang-orang seperti itu seharusnya ditahan kemudian dideportasi dan dilarang masuk selamanya ke Taiwan. Tanpa tindakan tegas, perilaku mereka tidak akan pernah berubah. Dengan semakin banyaknya pekerja migran di Taiwan di masa mendatang, saya rasa tindakan keras dan tegas masih tetap diperlukan untuk mencegah kembali terulangnya kejadian serupa, apalagi di zaman yang kacau seperti sekarang ini," tambah netizen lainnya.

Komentar

Terbarumore