(Taiwan, ROC) —- Industri sektor asuransi di dalam negeri pada tahun lalu menghadapi tantangan besar akibat klaim tinggi dari polis asuransi pandemi COVID-19.
Untuk mengembalikan rasio modal ke level yang sesuai dengan standar yang ada, maka total penambahan dana yang digelontorkan mencapai lebih dari NT$150 miliar. Angka ini mencatat rekor penambahan modal terbesar dalam sejarah industri asuransi yang disebabkan faktor defisit.
Dampak negatif yang diakibatkan oleh polis asuransi pandemi COVID-19 baru perlahan memudar pada akhir tahun lalu. Pada masa mendatang, otoritas berwenang akan lebih memperketat manajemen pengelolaan risiko yang ada, serta tidak lagi mengikuti strategi kompetisi dengan menurunkan harga untuk mencari pertumbuhan cepat.
Industri ini akan bergerak menuju layanan yang lebih disesuaikan dan mencari pertumbuhan yang stabil, dengan berfokus pada reputasi.
Tantangan serius dari pandemi COVID-19 selama dua tahun terakhir terasa sangat signifikan, khususnya semenjak merebaknya jumlah kasus penularan lokal di kuartal kedua tahun 2022, yang tidak hanya memberi tekanan pada sistem kesehatan tetapi juga memberi tantangan besar pada industri asuransi.
Total pihak yang mengajukan klaim terhadap asuransi pandemi COVID-19 melampaui angka 19 juta orang. Karena klaim besar tersebut, banyak perusahaan asuransi yang kemudian merugi. Mereka pun memulai inisiatif menambahkan modal atau aktivasi aset untuk mengatasi tekanan klaim yang terlampau besar.
Perusahaan Fubon Insurance misalnya. Klaim asuransi pandemi COVID-19 dari perusahaan ini mencapai lebih dari NT$90 miliar. Fubon Insurance akhirnya menerima suntikan dana dari induk perusahaannya, yakni Fubon Financial Holding Company.
Di samping itu, masih ada Tokio Marine Newa Insurance, dengan nilai klaim asuransi pandemi yang melampaui NT$47 miliar, dan akhirnya mendapat dukungan dari dua pemegang saham besar, masing-masing Tokio Marine Nichido dan Yulon Group, untuk melakukan penambahan modal tunai.
Selain itu, masih ada perusahaan Hotai Insurance, CTBC Insurance, Cathay Century Insurance, dan Chung Kuo Insurance juga melakukan penambahan modal, dengan total melebihi NT$150 miliar.
Penambahan modal di atas menandai gelombang terbesar dalam sejarah industri asuransi yang disebabkan faktor defisit (kerugian).
Dampak negatif yang diakibatkan oleh polis asuransi pandemi COVID-19 baru perlahan memudar di akhir tahun lalu.
Dalam hal manajemen risiko, prinsip keseimbangan harga, dan ketentuan yang tepat, membuat pengawasan menjadi lebih ketat. Industri asuransi akan fokus pada layanan yang disesuaikan, untuk mengejar pertumbuhan yang stabil melalui reputasi masing-masing perusahaan.
Tokio Marine Newa Insurance, misalnya. Pihak perusahaan telah mendirikan "Departemen Pencegahan Kerugian", yang menyediakan layanan konsultasi manajemen gratis oleh tim profesional. Di antaranya, layanan "Konservasi Energi Listrik", yang dapat membantu klien menetapkan kapasitas kontrak listrik yang lebih optimal. Dengan demikian dapat mengurangi pengeluaran biaya listrik dasar klien, dan mencapai tujuan ESG.
Wakil Presiden Tokio Marine Newa Insurance, Lu Wen-chuan (呂文泉), mengatakan, "Menyediakan layanan konsultasi gratis seperti ini, adalah wujud nilai tambah dari layanan kami. Karena penggunaan listrik oleh badan hukum, seperti pabrik dan hotel, memiliki volume yang cukup tinggi. Dan ini merupakan beban biaya yang sangat signifikan bagi mereka."
Setelah memperoleh "pelajaran termahal" dari polis asuransi pandemi, meskipun rasio kecukupan modal telah pulih kembali, tetapi para pelaku industri sepakat untuk kembali ke jalur pertumbuhan stabil, terutama didukung oleh dana kuat dari pemegang saham untuk melewati kesulitan finansial.
Di masa depan, industri asuransi tidak akan lagi mengikuti mekanisme penjualan yang mengedepankan prinsip kompetisi harga, melainkan menggantikan pertumbuhan eksplosif dengan pertumbuhan yang lebih stabil.
![]()
(foto: Freepik)