(Taiwan , ROC) Wadah Pemikir AS Center for Strategic and International Studies (CSIS) merilis laporan yang menyebutkan, dalam rangka menghadang ancaman Beijing terhadap perdamaian selat Taiwan yang kian intensif, maka memerlukan aliansi mitra internasional yang super besar. Pakar menyarankan, dibandingkan dengan penekanan kekompakan kubu demokrasi, kepentingan tertentu lebih berkemungkinan besar untuk mendorong sebagian besar negara di dunia untuk berinteraksi dengan Taiwan.
Freeman Chair in China Studies pada CSIS menghimpun pakar-pakar yang dari negara Australia, Kanada, Prancis, Jerman, India, Jepang, Nigeria, Korea, Inggris dan AS, mengadakan 4 kali pertemuan selama periode Mei -November 2023, bermanfaat untuk menciptakan konsolidasi internasional, mendukung perdamaian dan stabilitas selat Taiwan.
● Laporan terkait isu “Memperkuat dukungan komunitas internasional untuk Taiwan” sebagai berikut:
Kepentingan tertentu, melainkan bukan kekompakan kubu demokrasi, lebih berkemungkinan besar mempromosikan sebagian besar kawasan di dunia berinteraksi dengan Taiwan, mungkin perlu menjadi dasar untuk memperluas dukungan pemangku kepentingan.
●Pemerintah AS semestinya lebih mengupayakan, menekankan Taiwan yang menghadapi ancaman perdamaian dan kemakmuran, berdampak langsung terhadap pada berbagai bidang di dunia internasional. Taiwan semakin dinilai berperan penting dalam stabilitas regional, bahkan memegang kunci penting untuk kemakmuran dunia, semakin banyak pemangku kepentingan menyoroti keamanan Taiwan.
●Sehubungan dengan itu, dibandingkan mengejar kedaulatan Taiwan, penekanan stabilitas dinilai lebih menarik perhatian dunia yang peduli akan keamanan dan kesejahteraan Taiwan. Pemerintah AS semestinya memberikan penjelasan secara maksimal, jika pemerintah Beijing mengisolasikan Taiwan, secara langsung menyebabkan ketidakstabilan ekonomi regional dan global yang semakin meluas.
●Perlu mengklarifikasikan lebih lanjut penyebab dominan dan penyebab yang jauh terhadap situasi tegang selat Taiwan, untuk menyangkal Beijing yang selalu menyebut AS merusak situasi dan wajib bertanggung jawab. Tim pakar menyarankan agar setiap negara saling berkoordinasi untuk melacak dan mempublikasikan urusan militer, ekonomi dan jaringan internet RRT yang menekan Taiwan, paling baik dipimpin oleh tim yang dibentuk oleh AS dengan kredibilitas yang lebih tinggi.
●Berkaitan pemahaman sejarah Taiwan, elemen hukum dan geopolitik utama dalam hubungan lintas Selat, seharusnya dapat diatasi oleh AS dan mitra aliasi utama. Jika dunia mengatasi kekurangan pemahaman tentang Taiwan, maka Beijing akan memiliki banyak ruang lingkuo untuk memanipulasi wacana publik.
●Pemilihan presiden AS yang akan berlangsung pada November 2024, ketidakpastian arah kebijakan pemerintah AS akan membuat mitra saat ini dan calon mitra merasa ragu untuk mendukung Taiwan. Dilihat dari masa jangka panjang, menjaga konsistensi dan stabilitas dalam masalah Taiwan akan menjadi landasan penting bagi Amerika Serikat untuk mendapatkan lebih banyak dukungan global. Sebaliknya, kerancuan, inkonsistensi, dan pengabaian terhadap kebijakan “satu Tiongkok” di masa jangka panjang, dalam menjaga konsistensi isu permasalahan Taiwan membuat negara-negara sekutu merasa frustrasi.
●Berkaitan dengan pandangan normalisasi militer di Taiwan pada masa mendatang, akan menimbulkan hasil tak terduga, yaitu pada topik keterlibatan dan ruang lingkup akan membatasi potensi persahabatan secara nyata.