(Taiwan, ROC) --- Selebgram Taiwan, "晚安小雞baca: Wǎn'ān xiǎo jī", pada Senin kemarin (12/2) mengumumkan bahwa ia telah dianiaya oleh seseorang yang mengenakan celana kamuflase saat melakukan live streaming di area taman KB Casino di Kamboja.
Lelaki yang memiliki nama asli Chen Neng-chuan (陳能釧) tersebut melakukan siaran LIVE di akun Facebooknya, mengatakan bahwa ia mencoba melakukan "uji nyali", dengan mencoba memasuki markas sindikat penipuan di Kamboja.
Selama ini Chen Neng-chuan memang dikenal sebagai selebgram yang suka membuat konten tentang uji nyali, dengan menuju kawasan-kawasan angker dan terbengkalai. Dan kali ini, ia pun mencoba untuk membuat hal yang sedikit berbeda, yakni dengan memasuki kawasan sindikat penipuan yang berada di Kamboja.
Dalam siaran LIVE yang berlangsung pada Senin malam, Chen Neng-chuan sempat mengujar bahwa ia hendak menguak fakta akan kelamnya dunia sindikat penipuan di Kamboja.
"Para korban yang terjerat masuk dalam area penipuan, mereka akan menghadapi situasi dimana mereka tidak akan bisa melarikan diri, tujuan utama dari LIVE ini adalah untuk menyadari semua orang kalau Kamboja bukan tempat yang bisa kamu kunjungi atau tinggalkan sesukamu," ujar Chen Neng-chuan dalam LIVE Senin kemarin (12/2).


Chen Neng-chuan saat tengah mengeksplorasi kawasan sindikat penipuan di Kamboja pada Senin malam (12/2). 圖/摘自晚安小雞直播
Selama proses mengeksplorasi area taman, dapat terlihat kalau kawasan tersebut sangat terbengkalai, dan sepertinya telah ditinggalkan oleh pemiliknya sejak lama. Dan dalam satu scene, Chen Neng-chuan memperlihatkan ada noda yang menyerupai bercak darah tertempel di tiang.
Hal ini kemudian membuat Chen Neng-chuan terdiam dan panik. Dan di saat ia panik, ternyata keberadaannya telah tercium oleh penjaga yang berada di tempat tersebut. Dalam kepanikan, Chen Neng-chuan lari dan di belakangnya sepertinya ada yang mengejar.

Situasi saat Chen Neng-chuan saat tengah mengeksplorasi kawasan sindikat penipuan di Kamboja. 圖/摘自晚安小雞直播
Tidak lama Chen Neng-chuan jatuh dan kamera miliknya mengarah ke tanah. Dapat terdengar seperti ada suara pukulan dan rintihan Chen Neng-chuan. Gambar terakhir menunjukkan ada seseorang yang mengenakan pakaian seperti militer, kemudian memutus siaran langsung.
Putusnya LIVE tersebut, sontak saja mengejutkan banyak fans yang juga tengah melihat video bersangkutan.
Insiden yang dialami oleh Chen Neng-chuan akhirnya viral di Taiwan dan menjadi perhatian banyak pihak, termasuk media arus utama di Taiwan.

Chen Neng-chuan kembali LIVE pada Selasa dengan pakaian compan-camping dan mengatakan bahwa ia berhasil melarikan diri dari kejaran sindikat penipuan. 圖/摘自晚安小雞直播
Selang satu hari kemudian, yakni pada Selasa (13/2) sekitar pukul 15:00, Chen Neng-chuan kembali melakukan LIVE di Facebook. Dalam video tersebut, ia terlihat berlari di luar ruangan dengan pakaian compang-camping dan tampak sangat panik.
Ia mengklaim bahwa tangannya, kakinya, dan lehernya terikat di sebuah kursi, sampai beberapa orang bersenjata di dalam bangunan berkata "Leave" kepadanya. Baru kemudian ia berlari sekitar 5-6 kilometer.
Di akhir video, ia berjongkok di pinggir jalan, seraya berkata, "Saya ingin pulang, tidak berani datang ke Kamboja lagi, ini adalah kesalahan saya sendiri, tidak menyalahkan orang lain."
Biro Kriminal menyatakan bahwa hari ini pihaknya belum menerima laporan dari keluarga Chen Neng-chuan, dan akan terus menyelidiki bersama dengan Kementerian Luar Negeri (MOFA).
Viralnya video LIVE Chen Neng-chuan tentu menghebohkan warga di Taiwan. Selain itu, pemberitaan Chen Neng-chuan juga terus mewarnai topik utama (headline) di banyak media televisi di Taiwan.
Meski demikian, saat ini suara netizen sepertinya terpecah menjadi 2 kubu. Ada kubu yang mempercayai situasi yang tengah dialami oleh Chen Neng-chuan. Sedangkan ada kubu lain yang meragukan keaslian video tersebut.