(Taiwan, ROC) -- Apakah Anda pernah mendengar surat kontrak perekrutan kerja? Jika majikan ingin memperkerjakan Anda secara langsung (direct hiring) sudah pasti tidak boleh tidak ada surat ini, pekerja migran juga tidak boleh tidak ada pada saat ingin mengajukan kartu ARC, kartu asuransi kesehatan, juga jika ingin ganti majikan, selembar surat ini harus dilampirkan, Serikat Buruh mendapati bahwa begitu penting surat ini sering kali berada di tangan agensi, tentu hal ini tidak menguntungan pekerja migran maupun majikan, untuk itu secara khusus mengimbau masyarakat tidak meremehkan hal ini.
Sekjen Domestic Caregivers’ Union untuk Kota Taoyuan, Grace Huang (黃姿華) menyampaikan, saat ini anggota serikat pekerja sekitar 400 orang lebih, kita ia menerima permohonan untuk mendapatkan informasi dari anggotanya, kerap kali mendapati kebanyakan dari surat kontrak perekrutan kerja tidak berada di tangan majikan maupun pekerja migran, bahkan keduanya tidak mengetahui keberadaan dari surat ini, padahal surat kontrak perekrutan kerja sebenarnya merupakan dokumen bukti penting kelegalan dari pekerja migran yang bekerja di Taiwan.
Grace Huang menyampaikan, surat kontrak perekrutan kerja asli jika tidak berada di tangan majikan dan pekerja migran, maka keduanya mungkin akan menemui masalah, seperti pekerja migran asal telah mendapatkan agensi dan majikan baru, tetapi menghadapi agensi asal mempersulit, tidak bersedia mengembalikan surat kontrak perekrutan kerja tersebut, bahkan mereka ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeras uang, sehingga pada akhirnya pemindahan pekerja migran seringkali gagal, selain itu, beberapa kontrak kerja pekerja migran telah habis masa berlakunya, dan majikan ingin memperbaharui hubungan kerja dengan pekerjaan langsung, pada saat itu baru menyadari surat kontrak perekrutan kerja berada di tangan agen. Paradoksnya, karena rekrutmen langsung yang berhasil berarti bahwa agen tersebut memiliki kinerja yang buruk, sebagian besar majikan merasa malu untuk langsung meminta dokumen asli milik mereka kepada agensi.
Grace Huang beranggapan, kebanyakan agensi tidak secara langsung memberikan surat kontrak perekrutan keja kepada majikan atau pekerja migran, bahkan pekerja migran sudah tidak ada di Taiwan, hal ini menyalahi undang-undang dan akan dikenakan sanksi denda NT$60.000 – NT$300.000, juga tidak secara tegas mewajibkan pihak agensi untuk segera mengembalikan izin kerja kepada orang tersebut, seolah-olah hal tersebut tidak menjadi masalah. Grace Huang merasa sikap pemerintah sangat bisa dinegosiasikan.
Grace Huang mengingatkan, saat transaksi jual beli rumah pada umumnya, jika melalui pelayanan agensi, terakhir juga pasti mendapatkan surat perjanjian kontran, surat kontrak dan lainnya adalah dokumen penting, sama halnya dengan surat kontrak perekrutan kerja, adalah wajar jika baik majikan maupun pekerja memiliki surat izin kerja, saya berharap semua orang tidak membiarkan hak-haknya terabaikan.