(Taiwan, ROC) --- Sebuah paket perjalanan wisata ke Pulau Phu Quoc, Vietnam, terdampak akibat kelalaian dari agen perjalanan di Taiwan.
Diberitakan ada sebanyak 292 warga Taiwan yang penumpang terdampak. Di antaranya, ada yang rela membayar US$720 (setara lebih dari NT$20.000) kepada agen perjalanan setempat untuk melanjutkan liburan mereka, sementara beberapa orang merasa cukup kecewa sehingga memutuskan untuk membeli tiket pesawat pulang ke Taiwan.
Akan tetapi, 18 penumpang yang memilih untuk pulang sendiri merasa sangat kesal karena agen perjalanan di Taiwan tidak hanya tidak memberikan bantuan, tetapi juga meminta mereka untuk menandatangani surat pernyataan penarikan diri dari grup.
Artinya, jika mereka memilih untuk meninggalkan grup secara mandiri, maka agen perjalanan tidak akan memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami.

Para penumpang warga Taiwan yang terdampak akibat sikap agen perjalanan di Taiwan yang menelantarkan mereka di Pulau Phu Quoc, Vietnam. 圖/中央社
Para penumpang yang marah menunjukkan surat pernyataan tersebut dan bahkan menandainya dengan tanda silang besar karena khawatir setelah menandatangani, mereka tidak akan bisa menuntut ganti rugi dari agen perjalanan setelah kembali ke Taiwan.
Di antara kelompok turis Taiwan yang ditelantarkan oleh agen perjalanan di Pulau Phu Quoc, Vietnam, terdapat 18 orang yang tidak ingin melanjutkan liburan dan memutuskan untuk membeli tiket pesawat pulang ke Taiwan secara mandiri.
Seorang penumpang yang ditelantarkan oleh agen perjalanan, Mr. Huang (黃先生), mengungkapkan, "Pada hari pertama, saat kami diantar untuk makan malam, semua makanan yang disajikan adalah dingin, sepertinya ada perselisihan finansial antara agen perjalanan di Taiwan dengan pihak lokal."

Surat pernyataan yang diberitakan tanda silang. 圖/東森新聞
Mengalami insiden semacam ini saat liburan tahun baru Imlek di luar negeri memang sangat mengecewakan.
Awalnya, pihak travel perjalanan di Taiwan, "We Love Tour 年代旅遊" mengatur penerbangan charter untuk 800 orang ke Pulau Phu Quoc, bekerja sama dengan 4 agen perjalanan setempat. Namun, karena perbedaan pemahaman tentang metode pembayaran dengan salah satu agen perjalanan, menyebabkan 292 penumpang terlantar.
Kepala We Love Tour, Lin Da-chun (林大鈞), menyatakan, "Pulau Phu Quoc baru dibuka tahun ini, memang memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lokal. Sebenarnya, ini hanyalah perbedaan pemahaman kami tentang pembayaran, yang menyebabkan situasi kemarin dan hari ini, yang terasa sangat di luar kendali."
Pihak We Love Tour menganggap ini hanya insiden kecil, dan penumpang dapat mengajukan klaim kompensasi setelah kembali ke Taiwan.

翻攝自年代旅遊官網
Salah seorang blogger di Taiwan, India Yo Yo (印度尤), menyatakan bahwa ia sudah ditelantarkan begitu saja, bahkan sebelum keberangkatan.
India Yo Yo mengatakan, "Kami sudah membayar penuh semua biaya lebih dari 4 bulan yang lalu, sekitar NT$ 800.000 lebih untuk 21 orang. Namun, dua hingga tiga minggu sebelum keberangkatan, pihak We Love Tour menyatakan ada masalah dengan penerbangan charter."
We Love Tour bahkan tidak bersedia mengembalikan uang, dan India Yo Yo sudah mulai mencari bantuan hukum. Ditjen Pariwisata Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa mereka telah mengetahui situasi ini dan akan menyelidiki apa masalah yang terjadi dengan We Love Tour, serta akan membantu para wisatawan untuk mendapatkan hak mereka.