History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pertanyaan “Siapa Saya” Tidak Boleh Dilontarkan Kepada Pasien Demensia

  • 09 February, 2024
  • 陳柏萇
Pertanyaan “Siapa Saya” Tidak Boleh Dilontarkan Kepada Pasien Demensia
Pertanyaan “Siapa Saya” Tidak Boleh Dilontarkan Kepada Pasien Demensia

(Taiwan, ROC) -- Liburan Tahun Baru Imlek merupakan kesempatan yang baik untuk berkumpul dengan sanak saudara atau berwisata, tetapi perubahan rutinitas kehidupan, berkumpul bersama banyak orang, pergerakan/perubahan lingkungan merupakan sebuah tantangan besar bagi penderita demensia, sangat memengaruhi emosi dan menimbulkan rasa ketakutan. Sekjen Yayasan Alzheimer Taiwan (Taiwan Alzheimer’s Disease Association) Chen Yun-ching (陳筠靜) menyarankan keluarga yang memiliki anggota keluarga yang menderita demensia sebaiknya mempersiapkan terlebih dulu aktivitas kehidupan selama liburan tahun baru Imlek, dan mengingatkan sanak keluarga untuk tidak melontarkan pertanyaan “Siapa saya?” atau lainnya agar tidak membuat lansia merasa tertekan sehingga menimbulkan perasaan tidak aman.

Berdasarkan data statistik Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), jumlah penderita demensia di Taiwan sekitar 320 ribu, karena pasien demensia mengalami penurunan kemampuan pengingatannya sehingga lebih sulit untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan dibandingkan dengan orang biasa, untuk itu jika menghadapi orang asing atau sanak saudara yang jarang dijumpai, atau jalan-jalan ke tempat ramai, perubahan cuaca drastis dan lainnya semasa liburan tahun baru imlek, semua ini mungkin memengaruhi emosi sang penderita demensia atau mengacaukan perasaan hatinya, bahkan mudah terjadinya kecelakaan karena hal-hal ini.

Sekjen Yayasan Alzheimer Taiwan Chen Yun-ching mengingatkan keluarga penderita demensia untuk mempersiapkan aktivitas kehidupan dan merawat penderita, seperti mengajaknya bersama-sama main mahjong, karaoke, main catur, nonton televisi, memasak dan lainnya atau bersama-sama menonton video pendidikan olah raga, juga bias mengatur untuk bermain dengan anak cucu.

Chen yun-ching juga mengingatkan, ketika mengajak lansia penderita demensia pulang kampung atau ada sanak keluarga yang datang berkunjung, mungkin sang pasien tidak mengenal sanak keluarganya sendiri, untuk itu harus memperkenalkan diri dan hindari menggunakan cara menguji penderita demensia dengan melontarkan “Ayo tebak siapa saya”, penting juga untuk diperhatikan dari orang yang merawatnya adalah reaksi dan respons dari sang penderita, jika terlihat perasaan ketakutan maka seharusnya mengurangi hal-hal yang mungkin memengaruhi emosinya seperti waktu ada kunjungan saudara, usahakan untuk tidak terlalu ramai, jangan biarkan emosi lansia terlalu bergejolak atau terlalu letih.

Chen Yun-ching mengemukakan, semasa liburan tahun baru imlek merupakan masa puncak di mana penderita demensia hilang dan tidak tahu jalan pulang, risiko terkena stroke di musim dingin semakin tinggi, untuk itu keluarga penderita harus memerhatikan benar-benar saat mengajak mereka keluar, difoto dulu setiap hari sebelum keluar rumah, menaruh informasi kontak personal di kantung baju dan di tas untuk memudahkan orang yang menemukan menghubungi keluarga bersangkutan. Saat mengajak penderita demensia, sebaiknya ditemani oleh dua orang keluarga untuk saling membantu agar dapat menekan serendah mungkin sang pasien hilang.

Komentar

Terbarumore