History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Terus Membeli, Menyimpan Aneka Barang dan Tidak Tega Membuangnya, Hati-hati Terkena Gangguan "Hoarding Disorder"

  • 08 February, 2024
  • 尤繼富
Terus Membeli, Menyimpan Aneka Barang dan Tidak Tega Membuangnya, Hati-hati Terkena Gangguan
Terus Membeli, Menyimpan Aneka Barang dan Tidak Tega Membuangnya, Hati-hati Terkena Gangguan "Hoarding Disorder". 圖/自由時報

(Taiwan, ROC) --- Menyayangi dan menghormati barang-barang milik pribadi adalah sifat kebajikan, tetapi apabila Anda merasa terlalu berat hati untuk membuang segala sesuatu hingga rumah menjadi penuh sesak, ini bukan lagi semata-mata karena sentimentalitas, melainkan bisa jadi Anda terkena sindrom "Gangguan Menimbun (Hoarding Disorder)".

Pada tahun 2013, American Psychiatric Association telah secara resmi mengakui Hoarding Disorder sebagai diagnosis gangguan mental. Diperkirakan tingkat prevalensinya adalah 2% hingga 6% dari populasi global. Di Taiwan sendiri, diperkirakan antara 460.000 hingga 1.380.000 orang yang mungkin mengidap gangguan ini.

Salah seorang yang anggota keluarganya mengidap Hoarding Disorder, Chen Yi-qiu (陳怡萩), membagikan kisah, "Ini adalah kondisi rumah kami saat ini, penuh dengan barang-barang yang ditimbun."

Kesulitan untuk membuang barang, membuat rumah dipenuhi dengan tumpukan barang sampai-sampai berjalan pun menjadi sulit. Mereka bahkan harus melangkah dengan sangat hati-hati supaya bisa terlepas dari benda-benda yang menghalangi.

圖/TVBS

圖/TVBS

Ibunda Chen Yi-qiu, yang mengidap Hoarding Disorder, membuat ruang tamu dan kamar di rumahnya terlihat seperti gudang daur ulang, dengan barang menumpuk dari lantai hingga nyaris menyentuh langit-langit, sebuah pemandangan yang cukup mengejutkan. 

Chen Yi-qiu melanjutkan, "Tumpukan barang bisa setinggi langit-langit. Semua lorong di rumah kami hanya menyisakan sebuah jalan sempit yang bisa dilewati. Yang sering ibu saya simpan adalah kotak karton, cangkir puding, dan berbagai jenis botol kosong. Ada beberapa barang yang saya sendiri kesulitan untuk mengategorikannya, bahkan kami memiliki ban di dalam rumah."

Di sebuah rumah seluas 30 ping 坪 (setara 99.2 m2) , hampir seluruh ruangan dipenuhi oleh barang-barang. Hal ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan berdampak pada kesehatan dan relasi keluarga.

Chen Yi-qiu melanjutkan, "Karena mereka merokok, semua barang di rumah kami menyerap bau rokok. Saya percaya bau rokok itu akan menetap pada tumpukan barang tersebut. Saya sudah meminta ibu saya agar membiarkan saya memiliki ruang pribadi karena situasi ini sudah terulang beberapa kali. Setiap kali dia memenuhi ruang dengan barang, saya harus mengeluarkannya lagi. Puncaknya, saya mengganti kunci pintu dan mengunci kamar mandi serta kamar tidur saya, dan membawa kunci tersebut pergi, karena saya masih berharap bisa kembali ke rumah saya."

Hoarding Disorder membuat lingkungan tempat tinggal menjadi kacau dan sesak, serta tidak memungkinkan penggunaan fasilitas atau peralatan rumah secara normal. Sang penderita memiliki keinginan kuat untuk menyimpan barang, tidak peduli apakah barang itu bernilai atau tidak, selalu merasa barang tersebut spesial dan akan berguna suatu hari nanti.

圖/TVBS

圖/TVBS

Salah seorang pakar kesehatan menyampaikan bahwa banyak orang kesulitan membuang barang, mereka tidak bisa memilah antara kebutuhan dan sampah. "Gangguan Menimbun" bukan hanya terjadi pada orang tua, tetapi ini adalah masalah yang bisa dialami oleh segala usia."

Sebanyak 68% penderita "Gangguan Menimbun" mengalami gejala awal sebelum usia 20 tahun, sedangkan 2% hingga 5% lainnya mengalaminya pada saat memasuki masa dewasa. Perkembangan kondisi ini cenderung kronis dan dapat semakin memburuk sejalan dengan bertambahnya usia.

Populasi yang paling banyak terdampak adalah mereka yang berada di atas usia 55 tahun, dengan wanita sebagai mayoritas.   

Pada tahun 2013, American Psychiatric Association secara resmi mengategorikan "Gangguan Menimbun" sebagai diagnosis penyakit mental yang terpisah, dengan estimasi prevalensi global berkisar antara 2% hingga 6%.

Jika diaplikasikan pada populasi Taiwan sejumlah 23 juta, diperkirakan ada sekitar 460.000 hingga 1.380.000 orang di Taiwan menderita kondisi ini.

Dokter spesialis psikiatris di Taiwan, Yang Tsung-tsair (楊聰財), menjelaskan, " Hoarding Disorder merupakan diagnosis penyakit yang baru muncul. Ini termasuk dalam kategori yang sama dengan OCD dan gangguan terkait. Pasien Hoarding Disorder memiliki kecenderungan untuk mengumpulkan beragam barang tanpa bisa dikendalikan, yang biasanya lebih sering ditemukan pada individu usia paruh baya atau lebih tua."

圖/TVBS

圖/TVBS

Pendiri perusahaan penyedia layanan penyimpanan barang, Cheng Bo-yuan (鄭博元), menambahkan, "Riwayat hidup seseorang dan tantangan besar yang dihadapinya seringkali berkaitan dengan kebiasaan menimbun barang. Misalnya, individu yang mengalami kesulitan ekonomi di masa kecil mungkin merasa takut tidak bisa memiliki sesuatu nantinya, sehingga mereka cenderung menimbun barang saat ada diskon besar. Atau, jika seseorang pernah mengalami perceraian atau hadirnya pihak ketiga dalam hubungan, mereka mungkin merasa kehilangan kepercayaan diri dan cenderung menimbun pakaian sebagai mekanisme untuk menghadapi krisis tersebut. Mereka menggunakan barang-barang tersebut seakan-akan untuk menghilangkan dampak emosional dari pengalaman traumatik yang mereka alami. Gemar menimbun barang tertentu juga berkaitan dengan trauma tertentu."

Untuk mengatasi gangguan penimbunan, langkah awal adalah belajar melakukan decluttering, yakni membuang barang-barang yang jelas tidak dibutuhkan. Untuk barang lainnya, tentukan batas waktu penggunaannya dan pahami penyebab psikologis di balik perilaku menimbun berlebihan, lalu lakukan perbaikan secara bertahap.

Cheng Bo-yuan, mengatakan, "Kami biasanya akan menanyakan kategori barang apa yang paling banyak mereka miliki? Mengapa mereka ingin membeli dalam jumlah yang banyak? Dan kami akan menambahkan satu pertanyaan lagi, yaitu mana yang benar-benar mereka gunakan? Jadi, pertama-tama mereka harus mengingat mengapa mereka memiliki banyak barang, lalu mengingat mengapa mereka membelinya pada waktu itu, dan kemudian memikirkan berapa banyak dari barang tersebut yang benar-benar mereka gunakan selama periode tersebut. Jika mereka bisa memahaminya, mereka akan mulai melakukan decluttering atau membuat keputusan tentang apa yang harus dipertahankan atau dibuang."

Jangan anggap kesulitan membuang barang sebagai sentimen untuk mengenang memori tertentu. "Gangguan Menimbun (Hoarding Disorder)" adalah perilaku kompulsif dan merupakan penyakit yang seharusnya ditangani secara medis. Melepaskan barang yang tidak lagi dibutuhkan akan membuka banyak ruang untuk digunakan hal-hal yang benar-benar penting.

Komentar

Terbarumore