(Taiwan, ROC) --- Produk daging beku produksi Taisugar, Pork Boston Butt Sliced, terdeteksi mengandung senyawa cimbuterol sebesar 0.002ppm, yang mana ini melampaui batas regulasi yang diberlakukan di Taiwan.
Penemuan tersebut awalnya dilakukan oleh pemerintah Kota Taichung. Dan pihak Taisugar telah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak pernah menggunakan cimbuterol.
Pada pemeriksaan berikutnya oleh Dewan Pertanian, Food and Drug Administration (FDA), dan Taisugar sendiri, tidak ada cimbuterol yang kemudian terdeteksi. Tentunya hal ini menarik perhatian publik secara luas.
Informasi terbaru menunjukkan bahwa pemerintah kota Taichung dan FDA yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) telah memulai proses pemeriksaan ulang, dan menurut hasil yang dirilis 7 Februari 2024, menegaskan terdapatnya cimbuterol sebanyak 0.001 ppm.

圖/早安健康
Kontroversi cimbuterol semakin membingungkan dan mungkin akan semakin rumit. Namun, apa itu cimbuterol dan apa dampaknya terhadap tubuh manusia?
Ketika Taiwan melonggarkan pembatasan impor daging pada tahun 2021, istilah "ractopamine" dan "cimbuterol" menjadi dikenal luas. Cimbuterol sebenarnya adalah nama lain dari "agonis reseptor adrenergik beta", yang semuanya termasuk dalam kategori zat yang dikenal sebagai beta β-agonis.
Menurut Direktur Pusat Toksikologi Klinis di Rumah Sakit Chang Gung, Yan Tsung-hai (顏宗海), cimbuterol dan ractopamine sama-sama termasuk dalam kategori beta-agonis. Beta-agonis adalah istilah umum yang mencakup berbagai jenis senyawa kimia.
Beberapa di antaranya dapat digunakan sebagai obat, seperti obat asma. Sementara yang lain, seperti ractopamine, ditambahkan ke dalam pakan untuk mempercepat pemecahan lemak, sehingga babi akan tumbuh dengan lebih banyak daging non-lemak, yang tentunya akan meningkatkan nilai jual.
Ada banyak jenis cimbuterol, bahkan jumlahnya mencapai puluhan. Beberapa yang paling umum termasuk cimbuterol, ractopamine, dan cimbuterol.

圖/聯合報
Beta-agonis, termasuk cimbuterol, telah dilarang untuk diproduksi, dijual, dan didistribusikan di Taiwan sejak tahun 2012, karena dianggap tidak aman untuk digunakan pada hewan ternak.
Sesuai dengan regulasi, cimbuterol tidak boleh terdeteksi dalam produk hewan yang dikonsumsi. Sekali lagi menegaskan bahwa penggunaannya pada hewan ternak di Taiwan tidak diizinkan.
Saat ini, cimbuterol hanya digunakan untuk keperluan pengujian laboratorium.
Sama seperti ractopamine, cimbuterol termasuk dalam kategori beta-agonis.
Berkat adanya data penelitian yang menunjukkan risiko relatif rendah pada manusia, ractopamine diizinkan untuk digunakan dalam pakan di beberapa negara.
Namun, hal ini sedikit berbeda dengan cimbuterol, yang memiliki tingkat toksisitas yang jauh lebih tinggi dan dilarang penggunaannya pada hewan ternak secara internasional.

圖/中央社
Menurut Profesor Lai Shiow-suey (賴秀穗) dari Universitas Nasional Taiwan (NTU), toksisitas cimbuterol jauh lebih tinggi dibandingkan ractopamine, sehingga penggunaannya pada hewan ternak seperti sapi, babi, ayam, dan kalkun secara ketat dilarang di banyak negara.
Hingga hari ini, masih terdapat ketidakpastian mengenai efek cimbuterol pada manusia, termasuk dosis harian maksimum yang aman untuk manusia dan efek jangka panjangnya. Mengingat toksisitasnya yang masih menjadi pertanyaan besar, membuat banyak pihak tidak berani mengambil risiko.
Oleh karena itu, keberadaan cimbuterol dalam produk hewan sangat berisiko, yang dapat menyebabkan efek samping, seperti peningkatan denyut jantung, pelebaran pembuluh darah, dan potensi peningkatan risiko penyakit kardiovaskular jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Dokter Yang Chen-chang (楊振昌) dari Rumah Sakit Veterans Taipei menambahkan bahwa konsentrasi cimbuterol yang ditemukan dalam kasus ini relatif rendah. Meski tidak ada risiko langsung terhadap kesehatan manusia, tetapi apabila dikonsumsi dalam jumlah besar, bisa menyebabkan gejala seperti mual, pusing, dan peningkatan tekanan darah. Hal ini sekali lagi menandakan pentingnya untuk memastikan produk hewan ternak bebas dari senyawa cimbuterol.
圖/台灣YAHOO
Menghadapi risiko cimbuterol dan zat serupa, bagaimana cara kita melindungi diri sendiri dan menghindari dampaknya terhadap kesehatan?
Jika tidak sengaja mengonsumsi cimbuterol, satu-satunya solusi adalah dengan mengandalkan metabolisme tubuh untuk mengeluarkannya. Waktu yang dibutuhkan untuk mengeluarkan cimbuterol akan bervariasi, tergantung pada kondisi fisik masing-masing individu, sehingga setiap orang memiliki waktu pemulihan yang berbeda.
Misalnya, untuk menetralkan ractopamine dibutuhkan sekitar 1 hingga 2 hari, sedangkan cimbuterol memerlukan waktu sekitar 3 hari untuk benar-benar tereliminasi dari tubuh.

圖/食力
Menghadapi risiko cimbuterol dan zat sejenisnya, bagaimana cara kita melindungi diri sendiri dan menghindari dampaknya terhadap kesehatan?
Mengingat cimbuterol cenderung menumpuk di organ dalam hewan, disarankan untuk membatasi konsumsi organ internal (jeroan) seperti hati, paru-paru, dan ginjal babi. Mengonsumsi lebih banyak air juga direkomendasikan untuk mempercepat proses metabolisme tubuh.
Kepala Institut Penilaian Risiko Kesehatan dan Keamanan Pangan Universitas Yang Ming Chiao Tung, Profesor Yang Deng-jye (楊登傑), mengatakan karena bersifat larut air, cimbuterol tidak bisa dihilangkan dengan proses pemanasan. Namun setidaknya mencuci dan membilas daging dengan air dapat mengurangi residu yang ada.
Oleh karena itu, setelah membeli daging, disarankan untuk mencuci dan merebus sebentar untuk menghilangkan sebagian cimbuterol.
Berdasarkan informasi dari Klinik Chi Hsin, masyarakat disarankan untuk memilih daging dari merek yang terpercaya, serta memiliki sertifikasi keamanan, dan jelas asal-usulnya, agar mudah membedakan antara daging babi lokal dan impor.
Hindari pembelian daging yang warnanya terlalu cerah, serta otot bagian punggung yang tampak menonjol, dan lapisan lemak yang sangat tipis, yang berkemungkinan mengandung cimbuterol.