(Taiwan, ROC) -- Tahun Baru Imlek merupakan waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan teman atau berwisata. Namun, bagi penderita demensia, perubahan teratur dalam kecepatan hidup, berkumpulnya orang-orang, dan perubahan lingkungan menjadi stimulus utama yang dapat berdampak besar pada perasaan mereka. Sekjen Asosiasi Demensia Taiwan, Chen Yun-jing (陳筠靜) menyarankan para anggota keluarga untuk mengatur kegiatan Imlek di awal dan mengingatkan keluarga maupun teman untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan, seperti “siapa saya?” untuk menghindari frustasi dan ketidaknyamanan bagi orang tua tersebut.
Berdasarkan data statistik dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), ada sekitar 320.000 orang dengan demensia di Taiwan. Terkanit dengan berkurangnya fungsi kognitif, orang-orang dengan demensia lebih sulit untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan daripada orang lain pada umumnya. Oleh karena itu, selama Festival Imlek, ketika bertemu dengan orang asing, jarang ditemui, keramaian, dan perubahan cuaca, hal tersebut dapat membuat perubahaan suasana hati bagi mereka yang terkena demensia, membuat mereka kebingungan, bahkan dapat terjadi kecelakaan.
Sekjen Asosiasi Demensia Taiwan, Chen Yun-jing mengingatkan para anggota keluarga untuk mempersiapkan kegiatan dan perawatan Imlek di awal, termasuk berjalan bersama, main mahyong, karaoke, bermain catur, menonton televisi, memasak bersama, atau menonton video pendidikan dan olah raga, sehingga dapat bergembira bersama.
Chen juga mengingatkan, bahwa lansia dengan demensia kemungkinan tidak akan mengenali keluarga dan kerabat yang mengunjunginya. Orang tersebut pun sebaiknya mengambil inisiatif untuk memperkenalkan diri mereka dan menghindari pertanyaan “tebak siapa saya?” untuk mengetes orang dengan demensia. Perawat utamanya juga sebaiknya memperhatikan reaksi emosional dari penderita demensia sepanjang waktu. Jika ada hal timbul kegelisahan, mereka harus mengurangi rangsangan dari orang lain dan lingkungan, dan mengatur kunjungan kerabat dan teman untuk menghindari rangsangan berlebihan atau kelelahan pada lansia.
Chen Yun-jing menekankan, bahwa periode Imlek merupakan waktu puncak bagi penderita demensia untuk tersesat, dan risiko kecelakaan lebih tinggi ketika orang tersesat di musim dingin. Oleh karena itu, anggota keluarga harus memperhatikan pakaian lansia dengan demensia ketika bepergian. Sebaiknya, ambil foto setiap hari sebelum mereka keluar dan taruhlah informasi kontak di pakaian atau tas mereka untuk membantu pencarian. Ketika membawa lansia dengan demensia keluar, sebaiknya ditemani dengan 2 orang anggota keluarga atau lebih, untuk mengurangi resiko hilang atau tersesat.