(Taiwan, ROC) --- Mempertimbangkan keamanan penerbangan, beberapa maskapai penerbangan dari berbagai negara, termasuk Thai Airways dan Korean Air, telah menerapkan prosedur "pengukuran berat badan" sebelum penumpang dipersilakan boarding.
Kini, maskapai penerbangan nasional Taiwan, China Airlines, juga mengumumkan akan mengikuti langkah tersebut, dengan melakukan pengukuran berat badan penumpang yang akan dilakukan secara acak.
China Airlines mengeluarkan pengumuman bahwa untuk menjaga keamanan penerbangan, yang mana sesuai dengan standar internasional penerbangan sipil, maka beberapa penerbangan akan menerapkan pengukuran berat badan penumpang (termasuk bagasi tangan) sebelum boarding.
Data yang terkumpul akan digunakan untuk meningkatkan akurasi perhitungan keseimbangan beban pesawat, demi memastikan pesawat tidak melebihi batas berat maksimum saat take off.

圖/CTWant
China Airlines menekankan bahwa hasil pengukuran tidak akan ditampilkan di tempat dan akan dikirimkan ke pusat data untuk direkam secara anonim. Semua informasi akan dijaga kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk tujuan lain.
China Airlines mengucapkan terima kasih kepada semua penumpang yang bersedia membantu pengumpulan data ini, berkontribusi bersama dalam upaya meningkatkan keamanan penerbangan.
Begitu diumumkan, sontak saja berita ini menimbulkan diskusi hangat di kalangan netizen. Beberapa pengguna internet memberikan komentar seperti, "Apakah ini berarti kita harus diet sebelum bepergian ke luar negeri? Ini membuat saya berpikir dua kali sebelum memilih China Airlines."
"Apakah mereka akan mulai mengenakan biaya tambahan, jika berat badan seseorang ternyata melebihi standar?" tulis netizen lainnya.
Namun, ada juga yang mendukung langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan penerbangan.

圖/工商時報
Sebagai informasi, maskapai penerbangan terbesar kedua di Korea Selatan, Asiana Airlines, juga baru-baru ini mengumumkan bahwa mulai tanggal 6 Februari 2024, mereka akan mengukur berat badan penumpang di Bandara Internasional Incheon.
Sementara itu, selain China Airlines yang telah memulai penerapan kebijakan baru ini, maskapai asal Taiwan lainnya, EVA Air dan Starlux, menyatakan bahwa untuk saat ini mereka belum berencana untuk mengikuti langkah serupa.