(Taiwan, ROC) --- "Order of Malta" adalah sebuah institusi Katolik yang didirikan hampir seribu tahun yang lalu, merupakan organisasi bantuan kemanusiaan dengan kemampuan finansial yang kuat, mengoperasikan kamp pengungsi dan program bantuan bencana di lebih dari 120 negara di seluruh dunia.
Lebih dari itu, "Order of Malta" juga merupakan sebuah entitas berdaulat, memiliki status pengamat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memiliki konstitusi sendiri, tetapi tidak memiliki wilayahnya sendiri.
"Order of Malta" ini juga menerbitkan paspor, yang dianggap sebagai salah satu paspor paling langka di dunia.
Order of Malta, awalnya didirikan sebagai Ordo Kesatria Hospitalaria di Yerusalem pada tahun 1048, menyediakan perawatan medis dan bantuan lainnya bagi peziarah miskin dan sakit. Setelah penaklukan Yerusalem oleh Perang Salib pertama pada tahun 1099, Ordo Kesatria Hospitalaria menjadi sebuah ordo militer Katolik.

圖/翻攝自fittex
Setelah kehilangan Tanah Suci, pada tahun 1530, ksatria tersebut diberikan Pulau Malta oleh Raja Spanyol sebagai wilayahnya, tetapi pada tahun 1798, Napoleon memimpin invasi ke Malta dan mengusir ordo tersebut.
Saat ini, markas besar Order of Malta berada di Roma, Italia, dengan Paus Katolik sebagai kepala nominalnya.
Menurut laporan dari CNN, berdasarkan pernyataan dari pemimpin ordo, Daniel de Petri Testaferrata, saat ini Order of Malta memiliki sekitar 13.500 anggota, di mana hanya sekitar 100 orang yang masih tinggal di Malta, termasuk dirinya sendiri.
Order of Malta mulai menerbitkan paspor mereka sejak abad ke-14, ketika diplomat perlu memiliki dokumen yang dapat membuktikan identitas mereka saat bepergian ke negara lain.
Setelah Perang Dunia II, paspor diplomatik ini juga memiliki kekuatan paspor reguler. Saat ini, hanya ada sekitar 500 paspor Order of Malta yang masih berlaku, menjadikannya salah satu paspor paling langka di dunia.

圖/CNN
CNN menyatakan bahwa subjek penerbitan paspor Order of Malta terbatas hanya pada anggota pusat administrasi pemerintah ordo, serta duta besar dan keluarga mereka yang ditugaskan di luar negeri.
Paspor tersebut memiliki nama Order of Malta yang tertulis dengan huruf emas dalam bahasa Prancis di sampulnya.
Daniel de Petri Testaferrata menyatakan bahwa sekitar dua pertiga dari negara-negara Schengen di Eropa mengakui paspor diplomatik Order of Malta.
Sedangkan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan negara lainnya, meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan pihak ordo, tetapi masih menjalin kerja sama yang erat.
Daniel de Petri Testaferrata menyebutkan bahwa ordo tersebut menyediakan bantuan medis dan kemanusiaan untuk korban konflik bersenjata atau bencana alam, serta mengoperasikan rumah sakit, armada ambulans, pusat medis, panti asuhan untuk orang tua dan penyandang disabilitas, serta dapur amal dan posko pertolongan pertama.