(Taiwan, ROC) – Banyak iklan makanan yang berlebihan dan mengklaim efektif, padahal salah. Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Taiwan dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) akan memperkuat manajemen iklan ilegal. Di masa depan, iklan ilegal dengan durasi lebih dari 60 detik dan mengundang selebriti untuk endorsement akan didenda 3 kali lipat, dengan denda maksimum NT$ 4 -5 juta dan sistem baru diluncurkan mulai dari sekarang.
BPOM Taiwan mengumumkan amandemen “Prinsip Penanganan Periklanan yang diatur dalam Pasal 45 Undang-Undang Administrasi Keamanan dan Kebersihan Pangan”, memasukkan pelanggaran iklan ke dalam basis dasar denda, di mana denda diperberat hingga 3 kali lipat untuk menghalangi iklan makanan ilegal. Iklan makanan yang berlebihan dan dapat menyebabkan kesalahpahaman akan didenda sebesar NT$40.000 hingga NT$4 juta, dan iklan yang melibatkan efek terapeutik akan didenda sebesar NT$600.000 hingga NT$5 juta.
Kepala Tim Perencanaan dan Pengelolaan Teknologi dari BPOM, Hsu Chao-kai (許朝凱) menyampaikan bahwa pelanggaran iklan makanan meningkat dalam waktu iklan dan endorsement pembicaranya, membuat masyarakat mudah masuk dalam penilaian yang salah. Ada 2 poin utama dalam amandemen ini, pertama meningkatkan denda terhadap layanan iklan ilegal di saluran televisi nasional atau saluran belanja jika total waktu iklannya lebih dari 60 detik.
Yang kedua, denda berat akan dilakukan jika menyewa tenaga profesional (institusi) ataupun figur publik yang terkenal untuk merekomendasikan atau mengendorse produk, dengan konten foto perbandingan sebelum dan sesudah, diagram skema jaringan organ manusia atau data ilmiah yang berlebihan. Hsu Chao-kai menyampaikan, jika iklan makanan ilegal diendorse oleh para profesional atau selebriti, pihak pengiklan akan didenda. Jika duta pembicara tersebut turut berpartisipasi dalam produksi skrip iklan, denda akan diberlakukan untuk kedua belah pihak.
Ia mencontohkan sebuah iklan stok kesehatan yang diendorse oleh artis Taiwan Kuo Tzu-chien (郭子乾). Unit kesehatan lokal di Taichung pada bulan April tahun lalu menjatuhkan denda sebesar NT$ 600.000 untuk iklan tersebut, terkait dengan kemanjuran terapeutiknya. Hsu menyampaikan, jika iklan tersebut hadir kembali, peraturan yang baru dapat diterapkan jika iklan itu berdurasi lebih dari 60 detik, meminta endorsement selebriti, dan kontennya berisi foto perbandingan sebelum dan sesudah pemakaian, serta data ilmiah yang berlebihan. Dendanya diperberat 3 kali lipat dengan jumlah dapat mencapai NT$ 1.800.000. Namun saat ini belum memungkinkan untuk memberikan sanksi berdasarkan standar waktu tertimbang atas pelanggaran iklan pada dinding TV gedung atau dinding iklan light box MRT.
Menurut data statistik dari BPOM Taiwan, pada tahun 2023 terdapat 7.472 sanksi dan hukuman untuk iklan makanan ilegal, dengan denda total sebesar NT$ 291,39 juta. Sebanyak 3.121 ditayangkan di televisi, sekitar 41,8% dari total keseluruhan, dan 3.730 ditayangkan di internet, sebesar 49,9%.
Saat ini, tidak setiap rumah tangga memiliki TV, tapi sebagian besar orang memiliki ponsel. Hsu Chao-kai menyampaikan, bahwa ada berbagai iklan online yang lebih besar pengaruhnya terhadap masyarakat dari pada TV. Meskipun iklan online tidak dapat didenda dalam bentuk waktu, tapi denda berat lainnya dapat diterapkan dengan pengamatan pengaruh iklan online dan industri selebriti internet, serta secara aktif bernegosiasi dengan perusahaan internasional dan bantuan penanganan rak media sosial.

(foto: CNA)