(Taiwan, ROC) -- Setelah Nauru, negara di Samudera Pasifik memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan, dan masih ada 3 negara sahabat diplomatik di kawasan ini yaitu Kepulauan Marshal, Palau dan Tuvalu yang mana tindak tanduk dari ketiga negara ini mendapat perhatian dari media. Dalam wawancara media Washington Post Amerika Serikat beberapa hari lalu Menteri Luar Negeri Joseph Wu menyampaikan, bantuan dana dari Tiongkok berhasil menarik Nauru, tetapi rencana untuk menghantam Taiwan tidak berhasil, Amerika Serikat juga terus menghimbau negara-negara terkait untuk tidak mudah percaya dengan janji Tiongkok; sementara Kementerian Luar Negeri kembali menyampaikan bahwa Taiwan sangat memerhatikan dan mementingkan setiap negara sahabat diplomatiknya, 12 negara sahabat diplomatik Taiwan yang ada sekarang ini terjalin dengan erat dan kokoh.
Washington Post merilis sebuah artikel bertajuk “China sets sights on Taiwan’s three remaining tiny Pacific allies” berapa hari lalu, dalam artikel ini melaporkan bahwa kemungkinan ada tekanan dari Tiongkok terhadap Taiwan dengan 3 negara sahabat diplomatiknya di kawasan Samudera Pasific untuk masa sekarang ini atau masa mendatang.
Setelah Nauru memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada tanggal 15 Januari 2024 kemarin dan beralih ke Tiongkok, negara sahabat diplomatik Taiwan lainnya di kawasan samudera pacifik yaitu Palau, Kepulauan Marshall dan Tuvalu menyampaikan pernyataan secara terbuka posisi mereka untuk tetap menjaga hubungan diplomatiknya dengan Taiwan; bahkan Presiden Palau Surangel S. Whipps Jr sempat melakukan perbincangan melalui video call dengan Presiden Terpilih William Lai, menegaskan akan dengan kuat memberikan dukungan bagi hubungan kemitraan antara Taiwan dan Palau; sementara Presiden Kepulauan Marshall Hilda Heine yang baru menjabat pada tanggal 22 Januari kemarin juga dengan tegas menyampaikan dukungannya bagi hubungan bilateral dengan Taiwan.
Terkait yang paling menarik perhatian untuk sekarang ini yaitu pemilu yang berlangsung pada tanggal 26 Januari kemarin di Tuvalu. Setelah usai pemilu Tuvalu, Kementerian Luar Negeri Taiwan telah beberapa kali secara terbuka menyampaikan bahwa kebanyakan dari anggota kongres Tuvalu yang terpilih memiliki hubungan baik dengan Taiwan, mendukung persahabatan bilateral Taiwan dan Tuvalu.
Kementerian Luar Negeri sekali lagi menegaskan bahwa Taiwan sangat mementingkan 12 negara sahabat diplomatik, juga akan terus mengembangkan jalinan hubungan bilateral Taiwan dengan setiap negara sahabat. Sekarang ini jalinan hubungan diplomatik Taiwan dengan 12 negara sahabat ini stabil dan kokoh.