(Taiwan, ROC) --- Jepang sedang bersiap untuk memperluas cakupan visa keterampilan khusus, dengan menambahkan empat kategori pekerjaan, termasuk transportasi jalan raya dan kereta api. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor-sektor tertentu.
Media Nikkei mewartakan bahwa Jepang telah meluncurkan visa keterampilan khusus pada tahun 2019, yang awalnya mencakup 12 kategori pekerjaan. Pihak setempat rencananya akan menambahkan empat kategori pekerjaan baru, termasuk transportasi jalan raya, kereta api, kehutanan, dan industri kayu, dengan harapan dapat mendatangkan puluhan ribu pekerja migran.
Kategori transportasi jalan raya termasuk sopir bus, taksi, dan truk, sementara kereta api mencakup petugas tiket, staf stasiun, dan personel pemeliharaan peralatan. Keputusan ini rencananya akan ditentukan oleh Parlemen Jepang setidaknya sebelum akhir tahun fiskal pada bulan Maret.

圖/彭博
Peraturan baru di Jepang akan menetapkan batas maksimal jam kerja lembur untuk sopir truk, dari sebelumnya tidak terbatas menjadi 960 jam. Peraturan ini akan mulai berlaku pada 31 Maret tahun 2024. Dan ada kekhawatiran kalau ketentuan ini akan menurunkan kapasitas transportasi logistik.
Selain itu, kategori pekerjaan baru yang ditambahkan akan memungkinkan pekerja migran untuk bekerja sebagai sopir taksi, dengan batasan tertentu. Jepang juga tengah mempersiapkan ujian lisensi mengemudi profesional dalam 20 bahasa untuk mengakomodasi hal ini.
Hingga akhir November tahun lalu, terdapat 201.307 orang di Jepang yang memiliki visa keterampilan khusus tipe 1 dengan masa berlaku maksimal lima tahun, dan 29 orang dengan visa keterampilan khusus tipe 2 yang dapat diperbarui tanpa batas.
Pemerintah Jepang awalnya memperkirakan batas maksimal pekerja migran yang akan didatangkan hingga tahun 2024 berkisar 345.000 orang.
Sementara itu, sistem visa praktikum keterampilan yang sering dikritik karena melanggar hak asasi manusia diharapkan akan dihapuskan dan digantikan dengan sistem baru yang memiliki lebih sedikit pembatasan pekerjaan. Sistem baru ini diperkirakan akan diluncurkan sekitar tahun 2027.