(Taiwan, ROC) - Petenis Taiwan Hsieh Su-wei (謝淑薇) membuat sejarah dan menjadi petenis Taiwan pertama yang memenangkan dua gelar di ajang Grand Slam yang sama, setelah berpasangan dengan Elise Mertens dari Belgia dan merebut gelar ganda putri Australian Open pada hari Minggu.
Hsieh dan Mertens, unggulan kedua ganda putri, mengalahkan unggulan ke-11 Lyudmyla Kichenok dari Ukraina dan Jelena Ostapenko dari Latvia dengan angka 6-1, 7-5 dalam waktu 1 jam 33 menit.
Ditambah dengan kemenangan dalam ganda campuran pada hari Jumat berpasangan dengan Jan Zielinski dari Polandia, Hsieh Su-wei menjadi pemain pertama yang memenangkan gelar ganda putri dan ganda campuran Australian Open di tahun yang sama sejak tahun 2000, ketika Rennae Stubbs dari Australia menjadi pemain pertama yang mencatat prestasi tersebut.
Kemenangan hari Minggu juga membuat Hsieh yang berusia 38 tahun menjadi wanita tertua kedua yang memenangkan gelar ganda putri Grand Slam. Menurut situs Asosiasi Tenis Wanita, Lisa Raymond dari Amerika Serikat berusia delapan hari lebih tua dari Hsieh ketika dia memenangkan US Open 2011.
Di luar pencapaian tersebut, gelar ganda putri Australian Open adalah yang ketujuh bagi Hsieh dalam kariernya, namun yang pertama di Australia. Dia juga telah merebut trofi ganda putri di Wimbledon empat kali dan French Open dua kali berpasangan dengan beberapa mitra berbeda.
Hsieh bekerja sama dengan Peng Shuai (彭帥) dari Tiongkok untuk memenangkan dua gelar Grand Slam pertamanya, termasuk gelar ganda putri di Wimbledon pada tahun 2013 dan French Open pada tahun 2014.
Pasangan Hsieh lainnya dari Tiongkok adalah Wang Xinyu (王欣瑜). Keduanya bersama-sama memenangkan gelar ganda putri French Open pada tahun 2023.
Hsieh juga berpasangan dengan Barbora Strýcová dari Republik Ceko, yang kini sudah pensiun. Duo ini memenangkan Wimbledon pada tahun 2019 dan 2023.
Pasangan lain Hsieh tidak lain adalah Mertens, oponennya kali ini. Keduanya memenangkan gelar Wimbledon pada tahun 2021.