History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Bayi 1 tahun Meninggal Karena Tersedak Masker Basah di Salah Satu Pusat Penitipan Anak

  • 25 January, 2024
  • 尤繼富
Bayi 1 tahun Meninggal Karena Tersedak Masker Basah di Salah Satu Pusat Penitipan Anak
Bayi 1 tahun Meninggal Karena Tersedak Masker Basah di Salah Satu Pusat Penitipan Anak 取自pixabay

(Taiwan, ROC) --- Pembawa acara di stasiun televisi di Taiwan, CTS Television, yakni Huashi TV, Lin Yen-ju (林彥汝), mengungkapkan bahwa anak teman saudara perempuannya yang berusia 1 tahun meninggal tersedak di salah satu pusat penitipan anak.

"Mereka ingin mengekspos insiden ini agar masyarakat dan industri terkait perawatan anak lebih waspada," ujarnya.

Sejumlah netizen menyatakan kekagetannya, ada yang mengatakan, "Gurunya terlalu berlebihan, anak kecil tidak cocok tidur sambil memakai masker."

Melalui akun di Facebook, Lin Yen-ju menuliskan, mereka menerima telepon dari pusat penitipan anak yang menginformasikan bahwa anak tersebut tiba-tiba kehilangan napas dan detak jantung, dan saat ini sedang dalam perawatan intensif.

"Sekarang masih belum sadar di ICU, dan kondisinya tidak terlihat baik. Saudara perempuan saya sudah menandatangani surat penolakan resusitasi*," kata Lin Yen-ju.

*Surat penolakan resusitasi adalah dokumen hukum yang menyatakan keinginan seseorang untuk tidak menerima resusitasi jantung paru (CPR) jika mereka mengalami kondisi medis darurat.

1歲嬰口罩被淚水浸濕「慘遭悶死」!華視主播林彥汝曝友人家悲劇| 娛樂星聞

圖/華視

Menurut pihak keluarga, setelah melihat rekaman kamera pengawas di pusat penitipan anak, mereka pun bertanya-tanya mengapa anak itu tiba-tiba bisa kehilangan napas serta detak jantung, apakah ada masalah jantung yang menyebabkan aritmia mendadak.

Namun, setelah diperiksa oleh dokter, kondisinya dinyatakan normal, dan juga telah dilakukan tes genetik. Dokter berpendapat bahwa tidak normal bagi anak kecil untuk tiba-tiba kehilangan napas dan detak jantung, hanya dengan berbaring.

Salah satu anggota keluarga menjelaskan, "Kami akhirnya menemukan jawaban setelah melihat rekaman CCTV. Karena penyakit pernapasan mulai menyebar, pusat penitipan anak mulai menerapkan aturan penggunaan masker minggu ini. Pagi itu, para guru membantu anak kecil memakai masker, tetapi anak tersebut tidak suka dan mencabutnya. Namun, sang guru bersikeras bahwa anak itu harus memakainya, jadi dia memasangnya kembali, dan anak itu mulai menangis keras."

公托1歲男嬰「戴口罩」遭悶死新北府:警方複製影像調查釐清中| 社會萬象| 要聞| NOWnews今日新聞

圖/NOWnews

"Mungkin karena air mata dan ingus membuat masker menjadi basah dan menempel di mulut dan hidung, sehingga menyebabkan anak itu tersedak. Sang bayi terus berjuang dan akhirnya tidak bergerak lagi, tetapi guru menganggapnya sebagai anak yang lelah karena menangis dan akhirnya tertidur, ehingga orang dewasa di tempat tidak memperhatikannya lagi. Hingga 20 menit kemudian, ketika hendak pindah kelas, mereka baru menyadari bahwa sang bayi sudah tidak bernapas dan detak jantungnya berhenti, sehingga melewatkan waktu emas untuk melakukan penyelamatan," lanjut anggota keluarga.

Pihak keluarga menambahkan, "Karena kejadian ini sudah terjadi, menyalahkan siapa pun tidak akan berguna. Kami hanya berharap dapat membagikan kasus ini, dan berharap semua orang akan lebih berhati-hati dengan risiko anak kecil menangis dan berontak saat dipaksa memakai masker."

Mereka menekankan, "Meskipun kasus seperti ini terus terulang dan kecelakaan masih sering terjadi, saya masih berharap kasus seperti ini dapat disebarkan lebih luas agar orang menjadi lebih waspada."

Komentar

Terbarumore