(Taiwan, ROC) --- Pada Rabu hari ini (24/1), Wakil Presiden Lai Ching-te (賴清德), menerima kedatangan delegasi "US-Taiwan Business Council (USTBC)". Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa pemerintahan baru di masa depan akan terus melindungi demokrasi dan bekerja sama dengan mitra yang memiliki ideologi serupa untuk menjaga status quo Selat Taiwan, serta mempertahankan kedamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Lai Ching-te juga menyatakan bahwa proyek kerja sama ekonomi antara Taiwan dan AS saat ini selaras dengan isu-isu yang diprioritaskan dalam Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) dan ia berharap ini akan menjadi dasar penting bagi Taiwan untuk bergabung dengan IPEF di masa depan.
Kunjungan kali ini ini dipimpin oleh Ketua Krach Institute for Tech Diplomacy yang juga adalah mantan Wakil Menteri Luar Negeri AS, Keith Krach. Delegasi USTBC terdiri dari 29 perusahaan. Ini adalah pertemuan pertama Lai Ching-te dengan delegasi asing di Istana Kepresidenan setelah memenangkan pemilu kemarin.
Wakil Presiden Lai Ching-te menyampaikan terima kasih atas pernyataan yang dikeluarkan oleh AS setelah pemilu Taiwan selesai dihelat, yang mengucapkan selamat kepadanya dan Hsiao Bi-khim (蕭美琴), serta mengirimkan delegasi bipartisan tingkat tinggi ke Taiwan, yang mana hal di atas menunjukkan dukungan kuat AS terhadap demokrasi Taiwan.
Ia juga berterima kasih atas kunjungan USTBC ke Taiwan, yang menunjukkan perhatian dan kepercayaan industri AS terhadap pasar Taiwan.
Wakil Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menekankan pentingnya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, dalam menghadapi ekspansi otoritarianisme Tiongkok. Dia menyatakan bahwa Taiwan saat ini merupakan bagian penting dari komunitas global dan berkomitmen untuk terus melindungi demokrasi dan menjaga status quo di Selat Taiwan, serta mempertahankan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.
Wakil Presiden Taiwan, Lai Ching-te, mengatakan, "Taiwan saat ini merupakan bagian penting dari komunitas global dan berkomitmen untuk terus melindungi demokrasi serta menjaga status quo di Selat Taiwan dan mempertahankan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik. Saya juga hendak berterima kasih kepada pemerintahan Biden AS atas komitmen mereka terhadap keamanan Taiwan, termasuk melalui penjualan senjata dan bantuan keamanan."
Lai Ching-te menyatakan akan terus bekerja sama dengan negara-negara demokratis yang memiliki ideologi serupa untuk meningkatkan investasi bersama, serta membangun lingkungan ekonomi yang stabil, aman, dan dapat diprediksi.
Dia juga mengapresiasi upaya AS dalam mempromosikan "Undang-Undang Pengurangan Pajak Ganda Amerika Serikat-Taiwan" dan berharap bisa segera diselesaikan untuk memperdalam hubungan investasi dan rantai pasokan kunci antara Taiwan dengan AS.
Lai Ching-te juga menyoroti peran kunci Taiwan dalam ekonomi global dan menyebutkan bahwa proyek kerja sama ekonomi bilateral Taiwan-AS, termasuk inisiatif perdagangan abad ke-21, dialog kemitraan ekonomi yang makmur, dan kerangka kerja sama perdagangan dan investasi teknologi, semuanya sesuai dengan isu-isu yang diprioritaskan oleh Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF).
Dia berharap ini akan menjadi dasar bagi Taiwan untuk bergabung dengan IPEF di masa depan, dan menekankan peran Taiwan sebagai mitra ekonomi dan keamanan yang penting dan terpercaya bagi AS di kawasan Indo-Pasifik, yang akan membantu mencapai kesejahteraan ekonomi regional.