History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tunggakan Hutang Usaha Makanan Malatang “Laa Cup Cup”, Mr. Liu Bantah Penjelasan Maltida Tao

  • 23 January, 2024
  • 鄭蕙玲
Tunggakan Hutang Usaha Makanan Malatang “Laa Cup Cup”, Mr. Liu Bantah Penjelasan Maltida Tao
usaha makanan malatang selebriti Maltida dan suami mengalami persengketaan (foto: facebook Matilda Tao, sumber : CTWANT)

(Taiwan, ROC) Artis pasutri Matilda Tao dan Lee Lee-zen pada tahun 2021 menjalani bisnis makanan malatang dengan brand “Laa Cup Cup”, kini tengah menghadapi persengketaan dan supplier menuntut ke pengadilan karena penunggakan pembayaran, kemudian pengadilan distrik New Taipei menvonis ganti rugi sebesar NT$ 3,15 juta.

Lee Lee-zen kemarin (22/3) dalam postingan facebook menyampaikan, menuntut balik partner yang bermarga Liu yang melanggar kepercayaan, terlibat dalam kasus perusahaan bodong dan mengkritik “ternyata bermitra dagang dengan sahabat pun akan diambil keuntungan!” Sehubungan dengan hal ini, mitra dagangnya merespons.

Berikut ini pernyataan yang disampaikan oleh Mr. Liu:

Kerja sama bisnis malatang “Laa Cup Cup” bersama Maltida Tao terjadi persengketaan, pada tanggal 22 Januari 2023 (siang hari) live dan dari penjelasan yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta.  Berkaitan dengan hal tersebut telah diproses secara pidana dan perdata dari kejaksaan dan diperiksa oleh pengadilan setempat, ada surat putusan dan putusan bebas dari tuntutan. Maka dari itu, menanggapi dan memberikan penjelasan sebagai berikut:

1. Semula saya mengembangkan perusahaan riset pemasaran produk makanan, pada tahun tersebut, berteman dengan Matilda Tao dan Lee Lee-zen, kemudian kami bekerja sama mendanai bisnis malatang “Laa Cup Cup”. Persengketaan kali ini berawal dari produk camilan, yang memercayakan kepada perusahaan risetnya untuk mengelola SDM, material dan dana, kemudian setelah rekan bisnis Matilda Tao, Lee Lee-zen dan Lan Jun-qi mencoba produk makanan tersebut dan setuju untuk bekerja sama menjalani bisnis ini, baru kemudian resep pembuatan diserahkan kepada perusahaan OEM.

Selain perlu membiayai perusahaan OEM, perusahaan riset juga menarik biaya pengembangan bahan makanan secara rasional. Jika saya memanfaatkan sumber daya dari perusahaan riset saya untuk perusahaan Laa Cup Cup tanpa bayaran, bukankah saya juga melanggar kepercayaan dan mencari keuntungan dengan merugikan perusahaan riset ini? Ini adalah urusan bisnis yang sederhana dan logika hukum, malah terus disalahartikan oleh Matilda Tao, dan hal ini sangat disesalkan.

 

2.  Lee Lee-zen pernah mengajukan tuntutan pidana terhadap saya karena pelanggaran kepercayaan, penipuan, dan kejahatan lainnya pada tahun 2012, dan dinyatakan “bebas tanpa tuntutan” oleh Kantor Kejaksaan Distrik Taipei pada tanggal 12 Juni 2012. Matilda Tao dalam siaran live menjelaskan “kasus pidana masih dalam proses pengadilan”, ada kerancuan dan membingungkan masyarakat.

 

3. Berkaitan dengan Matilda yang harus menanggung “semua beban sekaligus”, selain tidak membayar biaya bahan kepada perusahaan riset saya, masih meminta saya menyerahkan saham “Laa Cup Cup” kepada Matilda Tao secara cuma-cuma. Bukti terkait (legal attest letter), sementara Matilda Tao berani menyangkal saat siaran langsungnya, sungguh sulit memaklumi sikapnya.

4. Sebagai pemegang saham “Laa Cup Cup”, saya menggunakan waktu, knowhow atau pengenalan produsen dan menjalani tanggung jawab dan kewajiban saya sebagai bagian dari pemegang saham “Laa Cup Cup”. Untuk mengembangkan bisnis Laa Cup Cup yang dimulai dari nol, baik riset pengembangan cita rasa produk, bantuan SDM semua dibebankan kepada perusahaan riset saya. Saya sempat bernegosiasi dan menyampaikan, bersama Matilda Tao dan rekan lainnya bekerja sama dengan baik, kondisi ini juga bermanfaat bagi perusahaan riset saya, menurut saya, Matilda Tao tidak mengetahui detailnya. Usaha patungan awalnya bersifat saling membantu, diyakini juga sangat menguntung bagi kalangan selebriti, akan tetapi pekerjaan apapun dari 0~10 tidaklah mudah, saya yakin Matilda Tao memilih bekerja sama dengan saya, karena saya memiliki pengalaman yang terkait, namun sangat menyesali pada akhirnya hubungan kerja sama ini perlu melalui proses pengadilan.

 

5. Sebelumnya saya belum pernah bekerja sama dengan selebriti, maka saya ingat akan pepatah orang tua yang bilang “mencari teman itu mudah, tapi bermitra adalah hal yang sulit”, berharap Matilda Tao bisa menerima putusan pengadilan dan menyelesaikan persengketaan ini, tidak lagi menyia-yiakan sumber daya sosial.

Komentar

Terbarumore