(Taiwan, ROC) – Ketika menghadiri perayaan Administrasi Penerbangan Sipil (CAA) pada hari ini (19/1), dan saat mengomentari perhatian media yang tinggi terhadap apakah pilot EVA Air akan melakukan mogok kerja selama Tahun Baru Imlek tahun ini, Menteri Transportasi Taiwan, Wang Kwo-tsai (王國材) menegaskan bahwa CAA telah membentuk tim respons darurat, serta pada saat bersamaan juga terus mendorong komunikasi dan negosiasi antara kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan, dengan target utamanya adalah “mencegah hal ini terjadi”. Selain itu, situasi pemulihan rute penerbangan lintas selat dan penerbangan charter Tahun Baru Imlek juga akan diarahkan ke prinsip “sepenuhnya memuaskan perjalanan dua arah lintas selat”.
Saat ini, serikat pilot di Taoyuan tengah melakukan pemungutan suara mogok kerja di cabang Eva Air, yang diperkirakan akan berakhir pada tanggal 21 Januari dan penghitungan suara akan dilakukan pada 22 Januari pagi. Mereka mengancam akan menggelar aksi mogok kerja setelah pemungutan suara tersebut lolos, tetapi akan memberikan pemberitahuan 24 jam sebelumnya.
Mengenai hal tersebut, Menteri Transportasi, Wang Kwo-tsai (王國材), saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-77 CAA pada hari ini (19/1) menyatakan bahwa dirinya telah meminta CAA untuk membentuk tim respons darurat. Dirinya juga telah menghubungi Chairman Eva Air, Steve Lin (林寶水), guna menyampaikan keprihatinannya. Terkait dengan sengketa tenaga kerja kali ini, terutama mengenai upah dan perekrutan pilot asing, Eva Air telah mengajukan bonus tahunan selama 6 bulan dan menaikkan gaji. Karena ini melibatkan tata kelola perusahaan swasta, maka diberikan ruang bagi negosiasi internal di Eva Air. Kementerian Transportasi (MOTC) Taiwan juga akan terus memantau perkembangan situasi.
Wang Kwo-tsai (王國材) mengatakan, “Jadi target kami adalah “mencegah hal ini terjadi”. Pertama adalah hasil pemungutan suara mogok kerja pada tanggal 22 Januari, kemudian kami harus melihat pengumuman mereka. Selama periode ini, kami berlomba melawan waktu, terus-menerus meminta pihak Eva Air untuk segera melakukan negosiasi dengan mereka. Kami di CAA juga telah membentuk tim respons darurat, dan akan terus membantu mereka hingga mencapai kesepakatan. Saya rasa Eva Air juga telah menunjukkan itikad baik, dan mungkin harapan yang lain adalah dialog yang lebih rasional. Dapat mendiskusikan berbagai hal secara rasional antar satu sama lain adalah yang terpenting.”
Mengenai pemulihan rute penerbangan lintas selat dan kondisi penerbangan charter Tahun Baru Imlek, Menteri Transportasi Wang Kwo-tsai (王國材) menjelaskan bahwa saat ini terdapat 15 penerbangan regular dan 13 penerbangan charter antara kedua sisi selat. Untuk penerbangan reguler, tingkat pemesanan tiket pesawat saat ini mencapai 65%, masih tersisa 35%. Sementara untuk penerbangan charter selama 10 hari sebelum dan sesudah Tahun Baru Imlek, CAA akan mencondong ke prinsip “sepenuhnya memuaskan perjalanan dua arah lintas selat” sesuai dengan kebutuhan operator, serta melakukan penyesuaian sesuai dengan kondisi yang ada, termasuk penambahan jadwal penerbangan reguler jika diperlukan.