(Taiwan, ROC) Berkaitan dengan media asing yang memberitakan mantan Perdana Menteri Inggris Liz Truss melobi ekspor produk pertahanan ke RRT, memicu kontroversi. Kemenlu pada hari Rabu ini (17/1) merespons, berkaitan dengan kunjungan Liz Truss ke Taiwan pada tahun lalu, secara pragmatis menunjukkan dukungannya terhadap demokrasi Taiwan, dalam hal ini Kemenlu sangat mengapresiasi, akan tetapi mengenai konten lain yang diberitakan oleh media asing, Kemenlu tidak memberikan komentar.
Media asing memberitakan, meskipun Liz Truss secara terbuka mengkritik pemerintahan RRT, akan tetapi malah secara rahasia melakukan kunjungan pribadi dengan tujuan promosi ekspor produk pertahanan RRT. Hal ini sangat bertolak belakang dengan sikap kritisnya terhadap RRT, malah sebaliknya melakukan lobi ekspor.
Bulan Mei 2023 yang lalu Liz Truss mendapat undangan dari Kemenlu berkunjung ke Taiwan, juga menerima undangan dari The Prospect Foundation untuk berceramah. Pada masa tersebut media memberitakan kedatangannya demi mendapat bayar NT$ 3,5 juta dari pihak Taiwan. Kemenlu merespons, ini menjadi praktik umum bagi mantan kepala negara dan pejabat tinggi Inggris untuk berpidato di luar negeri, setelah mendapat konfirmasi dari perusahaan atau panitia penyelenggara untuk berceramah.
Kemenlu selalu dengan sepenuh hati menyambut baik kunjungan teman-teman internasional karena sangat bermanfaat meningkatkan pemahaman masyarakat internasional tentang Taiwan dan juga menunjukkan dukungan mereka terhadap Taiwan melalui tindakan nyata.
Perjalanan Liz Truss ke Taiwan dikoordinasikan oleh kantor perwakilan negara setempat dan Kementerian Luar Negeri Taiwan, dengan biaya pengeluaran yang relevan sesuai dengan peraturan tentang mengundang tamu asing. Ini menjadi peraturan umum yang berlaku.