(Taiwan, ROC) --- Musim gugur sering menjadi waktu ketika berbagai penyakit saluran pernapasan menyerang. Tahun ini, selain flu, banyak orang yang juga menderita infeksi Mycoplasma, menyebabkan batuk yang terus-menerus.
Karena tidak adanya vaksin, serta resistensi antibiotik yang tinggi, dan mudah menular, Mycoplasma disebut sebagai "pneumonia yang bisa berjalan". Gejala umumnya termasuk batuk parah, demam, dahak putih, dan bahkan dahak berdarah atau pleuritis dan edema paru.

圖片來源 / Shutterstock
Kelompok berisiko tinggi terkena Mycoplasma adalah anak-anak dan remaja, dengan rentang usia 5 hingga 15 tahun. Infeksi penularan melalui droplet dan kontak, sering kali menyebabkan seluruh anggota keluarga menjadi terkena penyakit ini.
Selain itu, infeksi tidak menciptakan perlindungan imunitas, sehingga sangat mungkin terjadi infeksi berulang. Oleh karena itu, langkah-langkah dasar seperti sering mencuci tangan, memakai masker, dan mengurangi kontak dengan mata, hidung, dan mulut saat berada di luar menjadi sangat penting.
Selain itu, nutrisi dari makanan sehari-hari juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
Menurut ahli nutrisi di Taiwan, Lu Mei-pao (呂美寶), berdasarkan catatan medis yang ada, dua vitamin paling penting untuk dikonsumsi adalah vitamin A dan D.
● Vitamin A: Berkaitan dengan pertumbuhan dan diferensiasi sel epitel, memainkan peran penting dalam menjaga integritas sel epitel trakea, fungsi sel imun dan meredakan peradangan.
● Vitamin D: Selain penting untuk kesehatan tulang, juga memiliki peran kunci dalam penyakit kardiovaskular, penyakit metabolik, anti-inflamasi, dan regulasi imun.

圖片來源 / Pexels
Lu Mei-pao juga menunjukkan bahwa dari beberapa penelitian klinis pada anak-anak, terlihat bahwa jika tubuh kekurangan vitamin A dan D, maka tingkat infeksi Mycoplasma pneumoniae dan risiko diare meningkat, serta kondisi peradangan dalam tubuh menjadi lebih jelas terlihat.
Selain itu, karena pengobatan Mycoplasma biasanya menggunakan antibiotik, ini cenderung menyebabkan diare. Kesehatan mikrobioma usus juga sangat penting untuk regulasi fungsi imun.
Penelitian juga menemukan bahwa memberikan probiotik seperti Clostridium butyricum dan Bifidobacterium infantis dapat meringankan hingga meredakan gejala diare.

圖片來源 / Pexels
Untuk memperkuat pertahanan imun tubuh dan mencegah infeksi Mycoplasma, serta menghindari terjadinya infeksi kedua kali, maka ada tiga saran utama dalam aspek nutrisi makanan:
1. Perhatikan keseimbangan nutrisi, terutama mengonsumsi vitamin A dan D yang cukup.
Vitamin A bisa didapat dari hati hewan, wortel, ubi jalar, dan bayam. Vitamin D bisa diperoleh dari ikan laut dalam seperti salmon dan mackerel, serta telur, susu, dan keju.
2. Makan cukup dan mengonsumsi beragam sayur, buah, serta biji-bijian setiap hari.
Serat yang terdapat dalam sayur, buah, dan biji-bijian adalah makanan yang disukai bakteri baik. Mengonsumsi yogurt tanpa gula, terutama yang dibuat dari susu segar murni atau mengonsumsi probiotik tertentu, dapat membantu pertumbuhan berbagai jenis bakteri baik.
3. Mengonsumsi lemak anti-inflamasi.
Termasuk asam lemak tak jenuh Omega-3 yang kaya dalam minyak ikan, serta minyak zaitun, minyak yang diekstrak dari bunga dan biji kamelia, serta jenis minyak lain yang tinggi dalam asam lemak tak jenuh Omega-9, dapat meredakan peradangan dalam tubuh.