History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Lai Ching-te Mengumumkan Kemenangannya, Mematahkan “Kutukan 8 Tahun”

  • 14 January, 2024
  • 尤繼富
Lai Ching-te Mengumumkan Kemenangannya, Mematahkan “Kutukan 8 Tahun”
Lai Ching-te Mengumumkan Kemenangannya, Mematahkan “Kutukan 8 Tahun

(Taiwan, ROC) – Keberhasilan kandidat calon presiden dari Partai Progresif Demokrat (DPP) Lai Ching-te memenangkan pemilu presiden Taiwan 2024 ini berarti mematahkan “kutukan 8 tahun” partai berkuasa hanya untuk dua periode saja. Lai Ching-te dengan didampingi wakil presiden terpilih Hsiao Bi-khim mengelar press konferensi internasional, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Taiwan yang telah mengoreskan lembaran demokrasi, memperlihatkan pada dunia bahwa mereka menghargai sistem demokrasi, masyarakat Taiwan juga dengan tindakan menunjukan, di antara demokrasi dan otoritarisme, memilih demokrasi, pilihan yang berhasil mengalahkan kekuatan eksternal. Lai Ching-te juga menegaskan, dia akan mengikuti sistem ketatanegaraan Republik Tiongkok, tidak rendah diri dan sombong, mempertahankan status quo, menjaga kestabilan perdamain Selat Taiwan, ini merupakan tanggung jawab penting selaku presiden.

Hasil pemilu presiden Taiwan 2024 telah dirilis, pasangan “Lai – Hsiao” dari Partai Progresif Demokrat (DPP), keberhasilan ini berarti DPP berhasil memegang tongkat kekuasaan selama 3 kali berturut-turut, dengan demikian memecahkan kutukan masa jabatan sebuah partai politik paling lama 8 tahun yang ada sejak tahun 1996.

Presiden terpilih Lai Ching-te dengan wakil presiden terpilih Hsiao Bi-khim mengelar press konferensi internasional di pusat berita markas kampanyenya. Dalam pidatonya Lai Ching-te pertama-tama meyampaikan terima kasih kepada rakyat Taiwan yang telah bersama-sama mengores lembaran baru sejarah demokrasi Taiwan, dan memperlihatkan pada dunia bahwa mereka menghargai demokrasi. Bersamaan dengan itu Lai Ching-te juga mengucapkan terima kasih kepada Hou Yu-ih dan Ko Wen-je yang menjadi lawan yang bersikap demokratis, dan mengucapkan selamat kepada mereka atas perolehan kursi di DPR, serta berharap dapat bekerja sama dan bersatu demi Taiwan.

Lai Ching-te mengemukakan, pemilu Taiwan kali ini merupakan sebuah ajang pemilu yang paling mendapat perhatian dunia, Taiwan juga menciptakan kemenangan pertama kubu demokrasi yang mengandung 3 makna. Pertama Taiwan memberitahu seluruh dunia bahwa Taiwan memilih demokrasi di antara demokrasi dan otoritarianisme, “Republik Tiongkok Taiwan akanterus bersama dengan kubu demokrasi dunia berjalan berdampingan”. Kedua, rakyat Taiwan menggunakan tindakan, pilihan yang berhasil mengalahkan kekuatan eksternal, “memilih presiden sendiri”. Ketiga, dukungan terbanyak yang diperoleh pasangan Lai – Hsiao bermakna negara terus berjalan di jalan yang tepat, tidak akan berbelok, bahkan tidak akan pernah berbalik ke belakang, dia dan Hsiao Bi-khim akan memperdalam landasan yant telah dibangun oleh Presiden Tsai Ing-wen selama 8 tahun ini, agar masyarakat dapat hidup lebih baik lagi.

Komentar

Terbarumore