Aksi protes pemeriksaan Perjanjian Perdagangan Jasa Antar Selat mulai kemarin malam (18) sampai saat berita ini diturunkan masih terus berlangsung di gedung Yuan Legislatif. Presiden Negara Republik Tiongkok menaruh perhatian tinggi dan melalui telepon menghubungi Perdana Menteri (PM) Jiang Yi-hwa (江宜樺) serta ketua Yuan Legislatif Wang Jin-pyng (王金平) untuk menghimbau masyarakat membiarkan Yuan Legislatif dapat bekerja normal kembali. Selain itu, kantor presiden juga menyampaikan dukungannya atas langkah hukum yang akan diambil oleh Yuan Legislatif.
Juru Bicara (Jubir) Yuan Eksekutif Sun Lih-chyun (孫立群) siang ini (19) menyampaikan, aksi protes terjadi di dalam ruang sidang Yuan Legislatif, oleh karena itu Yuan Eksekutif menghormati sikap Yuan Legislatif. Walau Badan Kepolisian Nasional (NPA) yang bertanggung jawab untuk komando pengendalian di barisan terdepan, namun untuk pengambilan keputusan atau tindakan masih harus menjunjung maksud Yuan Legislatif.
Jubir mengatakan : Ada beberapa penugasan, yang paling utama terjadi karena terjadi di Yuan Legislatif, jadi untuk penanganan lebih lanjut, pasti menghormati keputusan Yuan Legislatif, kami tidak akan mengambil resiko untuk menanganinya
Di kesempatan pertama, kantor presiden menyampaikan, menghormati otonomi parlemen dan percaya Yuan Legislatif dapat menanganinya dengan baik. Jubir kantor presiden Lee Chia-fei (李佳霏) hari ini kembali menyerukan soal penugasan tadi malam bahwa, Yuan Legislatif adalah badan parlemen Negara Republik Tiongkok juga istana demokrasi, dihimbau agar semua pihak dapat rasional dan menyampaikan aspirasinya dengan cara yang damai.
Kantor presiden melalui jubir setelah mendengar seruan Wang Jin-pyng kepada pengunjuk rasa agar secepat mungkin membiarkan Yuan Legislatif dapat bekerja normal kembali, menegaskan apabila dibutuhkan, pemerintah siap berkoordinasi dan mendukung Yuang Legislatif langkah hukum yang akan diambil.