History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pemilu Taiwan 2024 akan Berlangsung Besok, Pekerja yang Memiliki Hak Suara Harus Diberikan Cuti Satu Hari

  • 12 January, 2024
  • 曾秀情
Pemilu Taiwan 2024 akan Berlangsung Besok, Pekerja yang Memiliki Hak Suara Harus Diberikan Cuti Satu Hari
Pemilu Taiwan 2024 akan Berlangsung Besok, Pekerja yang Memiliki Hak Suara Harus Diberikan Cuti Satu Hari

(Taiwan, ROC) -- Pemilihan presiden, wakil presiden, dan anggota legislator akan berlangsung besok (13/1). Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan mengingatkan, pekerja yang memiliki hak suara seharusnya mendapatkan cuti selama satu hari. "Satu hari" merujuk pada periode 24 jam berturut-turut, mulai dari tengah malam hingga tengah malam berikutnya. Jika pekerja bekerja selama periode ini, majikan juga harus memberikan upah lembur.

Pemilihan presiden dan wakil presiden ke-16, serta pemilihan anggota legislator ke-11, akan diadakan besok. MOL pada hari ini (12/1) mengingatkan, guna memastikan pekerja yang memiliki hak suara dapat menggunakan hak politik mereka, hari pemilihan umum (pemilu) telah ditetapkan sebagai hari libur sesuai dengan "Undang-Undang Standar Tenaga Kerja". Oleh karena itu, majikan wajib memberikan cuti satu hari dan membayar upah kepada pekerja yang memiliki hak suara dan seharusnya bekerja besok, sesuai ketentuan hukum.

Jika jadwal kerja pekerja termasuk shift kerja di sepanjang malam atau dimulai pada pukul 12 siang, dan asalkan hari pemilihan adalah hari kerja bagi pekerja tersebut, maka mulai tengah malam hari pemilu hingga tengah malam berikutnya dianggap sebagai waktu kerja sehingga majikan diwajibkan memberikan upah ganda sesuai jumlah jam kerja pekerja selama periode tersebut.

Selain itu, karena hak suara hanya dapat dilaksanakan pada hari pemilu—yang memiliki sifat berbeda dengan hari libur nasional biasa—, maka hari pemilu tidak dapat ditukarkan atau digantikan dengan hari kerja lainnya.

MOL mengungkapkan, jika majikan tidak memberikan cuti atau upah sesuai dengan hukum, mereka dapat dikenai denda mulai NT$20.000 hingga maksimal NT$100.000, dan wajib membayarkan upah pekerja seperti yang seharusnya. Jika hak-hak pekerja terganggu, pekerja dapat mengajukan pengaduan ke otoritas pengawas ketenagakerjaan di wilayah tempat mereka bekerja untuk melindungi hak-hak mereka.

Komentar

Terbarumore