(Taiwan, ROC) -- Taiwan akan menghelat pesta demokrasi, memilih presiden dan anggota legislator pada Sabtu besok (13/1). Ketua Komisi Pemilihan Umum di Taiwan (CEC) Lee Chin-yung (李進勇) pada hari ini (12/1) mengadakan konferensi pers dan mengingatkan masyarakat tentang enam hal penting yang harus diperhatikan saat memberikan suara.
Lee Chin-yung juga mengingatkan bahwa mulai tanggal 13 Januari 2024, pukul 00:00, tidak boleh ada postingan di media sosial, seperti LINE dan Facebook, yang ditujukan untuk salah satu pasangan calon.
Dia juga menekankan bahwa pengawasan dan penghitungan suara akan melewati prosedur yang sangat ketat. Selain itu, sistem komputerisasi penghitungan suara juga telah melewati pemeriksaan keamanan informasi profesional.
Jumlah pemilih kali ini adalah 19.548.531 orang, termasuk 1.020.000 merupakan pemilih pemula. Jumlah warga Taiwan yang kembali dari luar negeri untuk memberikan suara mereka berjumlah 4.120 orang.
Selain presiden dan wakil presiden, pemilu kali ini juga akan memilih 113 anggota legislator. Jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang didirikan adalah 17.795 TPS, atau dengan kata lain meningkat 146 TPS dari tahun 2022, dengan lebih dari 240.000 petugas pemilu yang terlibat.
Ketua CEC, Lee Chin-yung, mengingatkan ada enam hal penting yang harus diperhatikan saat memilih, termasuk membawa kartu identitas, stempel, dan surat pemberitahuan pemilu.
Beberapa ketentuan dan larangan selama pemilu yang juga harus diketahui oleh warga adalah tidak boleh membuat kegaduhan atau mengganggu dan membujuk orang lain untuk memilih atau tidak memilih dalam radius 30 meter dari TPS ; menggunakan alat (media) pemberi suara yang disediakan oleh CEC untuk memberi tanda di kolom pilihan, tidak boleh menggunakan stempel (lain) ; tidak boleh membawa ponsel dan peralatan fotografi ke dalam TPS, dan perangkat mobile yang sudah dimatikan tidak termasuk dalam larangan ini ; tidak boleh merobek atau membawa keluar surat suara. Bagi mereka yang melanggar, akan dikenakan denda hingga NT$300.000, bahkan bisa terancam hukuman pidana.
Lee Chin-yung menyatakan, mulai Sabtu besok (13/1) pukul 00:00, warga tidak boleh menyebarkan pesan di media sosial, termasuk LINE dan Facebook atau lainnya, dengan tujuan untuk membantu (mendukung) salah satu pasangan calon
Ia juga mengingatkan bahwa pada hari pemilihan, tidak boleh ada aktivitas atau perilaku kampanye, yang mana ini telah sesuai dengan ketentuan di dalam hukum. Oleh karena itu, saat pergi ke TPS untuk memilih, warga jangan mengenakan pakaian yang berkaitan dengan partai politik, kandidat, logo, gambar, atau teks tertentu.
Pakaian yang dikenakan juga tidak boleh memiliki unsur nama, nomor urut, atau slogan kandidat. Jika ada laporan, maka akan ditangani sesuai hukum.
Lee Chin-yung mengatakan, "Jika ada masyarakat, tim sukses, atau bahkan calon sendiri yang mengenakan atau membawa barang yang memiliki nomor, cap, atau gambar kandidat yang cukup jelas untuk diidentifikasi, maka itu sangat berkemungkinan dianggap sebagai tindakan kampanye, yang mana tentunya melanggar peraturan undang-undang pemilu. Setelah memeriksa dan memverifikasi fakta yang ada, maka kami akan menanganinya sesuai dengan hukum."
Lee Chin-yung melanjutkan, saat memasuki pemeriksaan dan penghitungan suara, publik diizinkan untuk merekam, tetapi tidak boleh menggunakan flash. Di samping itu, peralatan kamera yang digunakan tidak boleh menghalangi pandangan penonton lain, dan dilarang memotret staf tertentu secara khusus.
Ia menekankan bahwa seluruh proses pemilu, termasuk penghitungan suara, akan diawasi secara transparan dan terbuka, serta mengikuti prosedur penjagaan yang ketat. Pengawas di TPS adalah perwakilan dari partai-partai yang merekomendasikan kandidat presiden dan wakil presiden.
Lee Chin-yung juga mengimbau semua staf pemilu selama melakukan penghitungan suara untuk mengikuti empat prosedur dengan sebaik-baiknya, meliputi "memeriksa, mengumumkan (menyebut), mencatat, dan menata".
Sistem komputerisasi penghitungan suara untuk pemilu kali ini ditangani oleh Chunghwa Telecom, sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk pemeliharaan keamanan siber.
Ketua Chunghwa Telecom, Kuo Shui-yi (郭水義), menyatakan bahwa sistem dibangun dalam jaringan tertutup dengan mekanisme pertahanan dan pengawasan keamanan yang ketat, serta telah menjalani tiga simulasi nasional. Chunghwa Telecom juga mengerahkan ribuan staf di seluruh Taiwan, yang akan disebar di pusat-pusat pemilihan umum, serta ruang server, dan empat pusat komando utama, untuk penanganan berbagai macam situasi darurat.
Selain itu, CEC juga akan mendirikan "Pusat Komando dan Respons Darurat Pemilihan Sentral" pada hari pemilihan untuk mengawasi dan koordinasi pemecahan situasi darurat pemilu.