History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pertemuan Media Internasional Sebelum Pemilu, Menteri MOFA: Taiwan adalah Tempat Uji Coba Intervensi Tiongkok

  • 10 January, 2024
  • 尤繼富
Pertemuan Media Internasional Sebelum Pemilu, Menteri MOFA: Taiwan adalah Tempat Uji Coba Intervensi Tiongkok
Pertemuan Media Internasional Sebelum Pemilu, Menteri MOFA: Taiwan adalah Tempat Uji Coba Intervensi Tiongkok

(Taiwan, ROC) --- Pemilihan umum di Taiwan mendapat perhatian besar dari komunitas internasional. Ada lebih dari 150 media dari 30 negara, dan sekitar 400 wartawan, baik yang berbasis di Taiwan maupun yang datang dari luar negeri, telah mengajukan permohonan untuk melakukan wawancara.

Pada 9 Januari 2024, Menteri Luar Negeri (MOFA) Joseph Wu (吳釗燮) mengadakan pertemuan pers pra-pemilu untuk wartawan media internasional. Pada Rabu hari ini (10/1), MOFA menyatakan, Menteri Joseph Wu menganalisis metode dan pola campur tangan Tiongkok dalam pemilu, serta memperingatkan bahwa Tiongkok menggunakan Taiwan sebagai tempat uji coba untuk mengganggu pemilu di negara lain.

Ia juga mendesak komunitas internasional untuk waspada dan mengambil langkah pencegahan.

Joseph Wu menambahkan, Tiongkok terus memanipulasi opini publik melalui campuran strategi termasuk ancaman militer, retorika politik, godaan dan paksaan ekonomi, perang siber, serta penggunaan disinformasi dan perang kognitif.

Hal ini kemudian menciptakan narasi bahwa pemilu adalah pilihan antara "perang atau damai" atau "kemakmuran atau kemerosotan".

Tahun ini akan ada 40 pemilu demokratis yang diadakan di seluruh dunia. Jika Tiongkok berhasil mengganggu pemilihan di Taiwan, maka mereka akan menggunakan cara ini untuk campur tangan dalam pemilihan demokratis di negara lain.

Sebagai negara yang berada di garis depan dalam menentang ekspansi otoritarianisme, Menteri MOFA menyatakan keyakinannya bahwa rakyat Taiwan akan dengan tegas mempertahankan demokrasi mereka. Ia mengajak komunitas internasional untuk bergabung dengan Taiwan dalam melawan manipulasi Tiongkok terhadap pemilu di negara demokratis.

Menteri Joseph Wu menyatakan bahwa Taiwan selalu memiliki sikap terbuka dan bersedia untuk mengadakan dialog damai dengan Tiongkok tanpa prasyarat politik. Sayangnya, posisi Tiongkok tetap kaku dan terus menggunakan strategi area abu-abu untuk mengintimidasi Taiwan.

Menteri MOFA menekankan, terlepas dari hasil pemilu yang akan datang, mempertahankan stabilitas dan perdamaian di Selat Taiwan telah menjadi konsensus di Taiwan dan juga persetujuan dunia internasional.

Taiwan akan terus mempertahankan status quo Selat Taiwan dengan sikap yang moderat dan bertanggung jawab, serta memperkuat kemampuan pertahanan diri, bekerja sama dengan negara-negara demokratis untuk mengekang agresi otoritarianisme Tiongkok, menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Mengenai dampak pemilu terhadap ekonomi, Menteri Joseph Wu menyatakan bahwa Taiwan selalu menghormati mekanisme pasar dan pengembangan mandiri perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Tiongkok telah melambat secara signifikan, dan pasar tersebut tidak lagi memiliki daya tarik yang kuat.

Banyak perusahaan dan investor Taiwan telah mengalihkan investasi mereka, dengan proporsi investasi Taiwan di Tiongkok yang turun dari puncak tertinggi, berkisar 80% menjadi sekitar 10% dari total investasi luar negeri Taiwan. Hal ini tentu saja akan mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap Tiongkok.

Di sisi lain, Taiwan secara aktif menjajaki serta memperdalam hubungan ekonomi dan perdagangan dengan negara lain, yang dipercepat oleh investasi perusahaan dan perjanjian bilateral, sehingga meningkatkan interaksi ekonomi dan perdagangan.

Komentar

Terbarumore