(Taiwan, ROC) --- Wabah "mirip flu 類流感" sedang memanas di Taiwan! Taiwan Centers for Disease Control (CDC) pada Selasa kemarin (9/1) menyatakan, wabah "mirip flu" sedang dalam periode puncak.
Pada minggu pertama (31 Desember 2023 hingga 6 Januari 2024), jumlah kunjungan ke unit gawat darurat dan rawat jalan karena wabah ini mencapai 123.614 kasus, yang mana terus memperlihatkan tren peningkatan dan merupakan yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.
Mayoritas kasus disebabkan oleh adenovirus (43,0%), diikuti oleh virus influenza (29,8%), dan virus parainfluenza (11,9%). Minggu lalu tercatat 41 kasus komplikasi berat influenza, dengan yang termuda di bawah umur satu tahun, serta tambahan tiga kasus kematian, semuanya belum divaksinasi.

示意圖/民視新聞資料照
Taiwan CDC menunjukkan, virus influenza yang beredar di masyarakat didominasi oleh virus influenza A tipe H3N2, sementara proporsi virus influenza tipe B tetap stabil.
Hingga tanggal 8 Januari 2024, total 6,36 juta dosis vaksin influenza publik yang telah disuntikkan ke tengah warga di Taiwan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,19 juta adalah orang lanjut usia berusia 65 tahun ke atas telah divaksinasi, dengan tingkat vaksinasi sebesar 52,3%. Angka ini diketahui belum mencapai target, yakni 55,0%.
Di antara kabupaten dan kota di seluruh negara, telah ada 12 kabupaten dan kota termasuk Kota Keelung, Kabupaten Yilan, Kabupaten Lienchiang, Kabupaten Changhua, Kabupaten Nantou, Kabupaten Yunlin, Kabupaten Chiayi, Kota Chiayi, Kota Kaohsiung, Kabupaten Taitung, Kabupaten Pingtung, dan Kabupaten Penghu yang telah mencapai target (55,2%-65,8%).

圖/華視
Di antara enam kota besar di Taiwan, hanya Kota Kaohsiung yang mencapai target (55,2%), sementara yang lainnya belum (45,7%-54,1%).
Saat ini, masih tersisa sekitar 216.000 dosis vaksin influenza publik di seluruh negara, dan masyarakat yang memenuhi syarat diimbau untuk segera divaksinasi agar mendapatkan perlindungan yang memadai.