(Taiwan, ROC) -- Belakangan ini, beredar kabar bahwa jajaran eksekutif perusahaan peralatan semikonduktor asal Belanda, ASML, akan segera bertandang ke Taiwan dan mengunjungi perusahaan semikonduktor besar seperti TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company). Pada Selasa hari ini (9/1), para ahli menganalisis, di bawah larangan Amerika Serikat, skala bisnis ASML di Tiongkok perlahan mengecil. Hal ini akan membuat perusahaan tersebut mulai memprioritaskan para pelanggan dari negara-negara non-Tiongkok di sektor semikonduktor.
Diperkirakan salah satu tujuan dari kunjungan pihak eksekutif ASML ke Taiwan adalah untuk mempromosikan mesin EUV generasi terbaru kepada TSMC. Apalagi TSMC selama ini dikenal sangat hati-hati dalam memulai pengadaan mesin wafer stepper generasi berikutnya. ASML belakangan ini sering menjadi topik perbincangan. Setelah Amerika Serikat menghentikan ekspor dua model mesin wafer stepper ASML ke Tiongkok, kini muncul kabar bahwa Christophe Fouquet, yang saat ini menjabat Kepala Bisnis di ASML dan juga telah ditunjuk sebagai CEO berikutnya, akan memimpin tim eksekutif untuk berkunjung ke Taiwan, guna bertemu dengan mitra-mitra rantai pasokan semikonduktor, salah satunya adalah TSMC.
Pada Selasa hari ini (9/1), Direktur Taiwan Institute of Economic Research (TIER), Liu Pei-chen (劉佩真) mengatakan bahwa seiring berlanjutnya perang teknologi antara AS dengan Tiongkok, serta perluasan larangan ekspor AS, membuat berbagai peralatan mesin ASML tidak dapat dijual ke sana. Hal ini akan menyebabkan volume bisnis perusahaan di Tiongkok berkurang secara bertahap. Pada masa mendatang, ASML perlu fokus pada pemimpin global di industri semikonduktor yang bukan bagian dari kubu Tiongkok, termasuk TSMC, Intel, Samsung, serta mitra rantai pasokan hulu dan hilir mereka. Liu Pei-chen berpendapat, jika eksekutif ASML benar-benar berkunjung ke Taiwan untuk bertemu dengan TSMC, maka tujuannya mungkin akan terfokus pada promosi produk baru.
Liu Pei-chen mengatakan, "Pada masa mendatang, tentu saja ASML akan lebih agresif dalam mempromosikan mesin generasi selanjutnya. Saat ini, mesin wafer stepper EUV dengan numerik tinggi, seperti yang dibeli Intel, tentunya akan lebih aktif. Namun, TSMC tampak lebih konservatif dalam memesan mesin ini. ASML berharap dapat terus mendorong TSMC untuk segera melakukan pemesanan."
Liu Pei-chen menjelaskan bahwa peralatan EUV generasi berikutnya milik ASML, yaitu 'Sistem Litografi Ultraviolet Ekstrem dengan Numerik Tinggi', memiliki harga jual yang jauh lebih tinggi daripada produk generasi utama saat ini. Intel, yang ingin cepat melampaui TSMC, diberitakan sangat aktif dalam pembelian peralatan EUV generasi berikutnya. Sedangkan TSMC mengambil langkah yang lebih stabil dan terukur. Bukan tidak mungkin bagi TSMC untuk menunggu hingga proses 1.4 atau bahkan 1 nanometer sebelum mengadopsi menggunakan peralatan baru, dengan tetap mempertimbangkan biaya pemroduksian.