(Taiwan, ROC) --- Pendiri merek bulu tangkis klasik asal Taiwan "VICTOR", Chen Den-li (陳登立), telah meninggal dunia pada usia 89 tahun. Perusahaan VICTOR mengumumkan berita tersebut melalui akun di media sosial Facebook, menyatakan bahwa Chen Den-li meninggal dengan tenang di rumah dikelilingi oleh keluarganya pada hari Kamis lalu (4/1).
VICTOR Sports menyebutkan bahwa Chen Den-li pernah berkata, "Selama lebih dari 50 tahun ini, saya telah mendedikasikan seluruh hidup saya untuk bulu tangkis, dan saya sangat bahagia serta puas dengan itu."
Dari kecintaannya terhadap bulu tangkis hingga mendirikan mereknya, Chen Den-li telah menghabiskan seumur hidupnya untuk memajukan perkembangan bulu tangkis.
Saat ini, VICTOR merupakan merek olahraga bulu tangkis terbesar kedua di dunia dan juga merupakan sponsor utama tim nasional bulu tangkis Denmark dan pemain tunggal putri Taiwan, Tai Tzu-ying (戴資穎). Merek ini juga telah beberapa kali mensponsori acara bulu tangkis besar yang diadakan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia.

Tai Tzu-ying (戴資穎) 圖/自由時報
VICTOR bukan hanya kebanggaan terbesar Chen Den-li, tetapi juga merupakan hadiah terindah untuk olahraga cabang bulu tangkis.
VICTOR, merupakan merek olahraga bulu tangkis yang paling laris di kalangan masyarakat Tionghoa. Namun, sedikit orang yang tahu bahwa ini adalah merek asli dari Taiwan.
Bagaimana sebuah perusahaan kecil menengah dari Taiwan bisa membangun kerajaan mereknya sendiri di tengah persaingan merek-merek terkenal dunia?
Chen Den-li lahir pada tahun 1935 di Changhua. Ia lulus dari Departemen Manajemen Produksi Industri di Universitas Cheng Kung (NCKU). Selama bekerja sebagai sekretaris pendiri Wei Chuan Foods Corporation, Huang Lie-huo (黃烈火), ia melihat peluang besar dalam pasar bulu tangkis.
Pada tahun 1968, Chen Den-li mendirikan "Klub Bulu Tangkis VICTOR".
Chen Den-li (陳登立) 圖/YAHOO Taiwan
Berdasarkan pengetahuan profesional yang ia peroleh dari studinya di NCKU, Chen Den-li menganalisis berbagai jenis shuttlecock berkualitas tinggi dan rendah, serta mempelajari berat, panjang, kedalaman dan sudut penyisipan bulu. Ia lalu membuat prototipe, dan menetapkan proses produksi standar, kemudian memberikannya kepada pemain bulu tangkis untuk dicoba.
Setelah melalui banyak penyempurnaan yang tak henti-hentinya, Chen Den-li akhirnya mengembangkan shuttlecock yang memenuhi standar kompetisi dunia.
Produknya langsung menjadi populer dan mengalami kelangkaan pasokan sejak diluncurkan, dan dalam waktu dua tahun, penjualannya melampaui merek terkemuka dunia saat itu, menjadi merek shuttlecock dengan pangsa pasar terbesar di Taiwan.
Pada tahun 2008, dalam sebuah wawancara dengan "Business Today 今周刊", Chen Den-li tetap dengan penuh rendah hati berkata "Ini hanyalah kualitas, distribusi, dan merek, yang diurutkan berdasarkan langkah dengan benar!"
Chen Den-li bukan berasal dari keluarga pengusaha dan bahkan keluarganya tidak pernah berbisnis sama sekali. Ia hanya mengandalkan usaha sendiri, langkah demi langkah, untuk mencapai kesuksesan saat ini di bisnis bulu tangkis.
Setelah lulus dari Departemen Manajemen Produksi Industri di Universitas Cheng Kung, ia pernah bekerja sebagai sekretaris eksekutif pendiri Wei Chuan Foods Corporation, Huang Lie-huo.

圖/VICTOR
Pada suatu kesempatan saat bermain bulu tangkis di YMCA dengan rekan kerjanya, ia menyadari bahwa bulu tangkis, yang saat itu masih baru di Taiwan, adalah olahraga yang sangat mahal.
Satu shuttlecock dihargai NT$90 dolar Taiwan (saat itu gaji bulanan pegawai negeri sekitar NT$300), yang kemudian membuatnya tertarik dan berpikir bahwa suatu hari nanti ia mungkin bisa kaya dari "hal kecil" ini.
Chen Den-li memulai bisnisnya dari pabrik keluarga berukuran kecil dengan hanya dibantu oleh lima karyawan.
Berbekal pinjaman bunga rendah dari sang istri yang kebetulan adalah seorang pegawai bank, ditambah dengan mas kawin yang dibawa dari rumah lamanya di Lukang, dia berhasil mengumpulkan NT$30.000 untuk membeli beberapa mesin dan mendirikan VICTOR Bulu Tangkis di rumahnya di Taipei.
Sejak awal, Chen Den-li sudah memiliki konsep standarisasi. Saat mulai memproduksi shuttlecock, ia juga mulai memperhatikan merek terbesar Taiwan saat itu, "LUCKY", yang shuttlecock-nya seringkali tidak rata dan kepala plastiknya sering lepas.

圖/VICTOR
Oleh karena itu, meskipun tidak tahu apa-apa tentang bulu tangkis, ia mulai membeli shuttlecock dari berbagai tempat, lalu mempelajari struktur shuttlecock secara detail, termasuk proporsi bulu, berat, lebar, dll. Ia mencatatnya satu per satu, mengulangi eksperimen berulang kali. Setelah satu tahun mengeksplorasi, ia akhirnya membuat shuttlecock pertamanya.
Selain standarisasi, "pragmatis" adalah alasan utama di balik peningkatan teknologi manufaktur VICTOR Bulu Tangkis.
Chen Den-li ingat, setiap kali pabrik membuat bola baru, ia akan membawanya ke klub bulu tangkis untuk diuji oleh pemain. Setiap kali pemain memiliki saran, ia akan membawanya kembali untuk dimodifikasi, termasuk kedalaman sisipan bulu dan jumlah lem pada kepala bola.
Setiap kali ada produk baru, Chen Den-li selalu membawanya ke atlet yang disponsori, klub, dan pemain bulu tangkis di sekitarnya untuk dicoba. Jika pemain tidak menyukai produk tersebut, ia lebih suka menghancurkannya daripada harus mempertahankan lalu mengorbankan kualitas.
Sejak awal, VICTOR tidak hanya cepat mengembangkan lini produknya tetapi juga dengan sigap meningkatkan teknologinya, seperti memulai produksi raket bulu tangkis pada tahun 1980, dan tiga tahun kemudian memproduksi raket serat karbon pertama di dunia.
Dengan pendekatan yang mantap dan konsisten, nama VICTOR cepat tersebar, dan pada tahun 1970 YONEX dari Jepang mendatangi mereka untuk membahas kerja sama.

Chen Den-li muda saat meneliti tentang shuttlecock dari berbagai tempat. 圖/VICTOR
Atas kerja sama dari YONEX tersebut, VICTOR dengan cepat memperluas pabriknya, keluar dari pabrik keluarga, dan mengembangkan diri, mendirikan pabrik baru di Nangang.
Namun, ketika bisnisnya berkembang pesat, Chen Den-li sadar bahwa untuk keberlanjutan bisnis, perusahaan harus memiliki mereknya sendiri.
Dan pada tahun 1988, VICTOR menolak pesanan dari YONEX dan mulai memasuki pasar internasional dengan merek VICTOR.
Pada tahun 2008, "Business Today 今周刊" mewawancarai Chen Den-li yang sudah berusia lebih dari 70 tahun. Di kala itu, ia menderita Altitude Sickness, yang diidapnya setelah mendaki gunung di Tibet untuk mempromosikan mereknya, yang mengakibatkan ia kesulitan berjalan.
Oleh karena itu, Chen Den-li secara bertahap menyerahkan bisnisnya kepada putra sulungnya, Chen Shu-yuan (陳庶元), dan putra keduanya, Chen Shu-rong (陳庶榮).