(Taiwan, ROC) --- "Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa makan kenyang di pasar malam? Seorang Warganet menyampaikan bahwa untuk makan seadanya di pasar malam bisa menghabiskan uang sebanyak NT$500. Pernyataan Warganet bersangkutan sontak saja langsung memicu perbincangan hangat.
Ada netizen yang lalu menyoroti perubahan harga menu makanan pasar malam seperti gorengan, kue jajanan, dan es krim, yang kini terasa lebih mahal bagi para pengunjung. Kenaikan harga bahan baku dan sewa toko juga turut menjadi faktor penyebab. Belum lagi dengan tren pasar pagi yang juga buka di malam hari yang semakin populer.

示意圖/翻攝unsplash
Seorang turis Korea yang berkunjung ke Pasar Malam Shilin di Taipei mencoba menghabiskan NT$1.000 dalam satu jam dengan memborong berbagai jajanan pasar malam.
Namun, ia terkejut saat melihat daftar harga. Dana NT$1.000 sangat cepat terkuras habis. Video tersebut pun menjadi bahan diskusi pengguna internet lainnya. Misalnya, harga Taiwanese Rice Doughnuts (白糖粿) adalah NT$100 , daging sapi bakar NT$200, jus jeruk NT$80, dan cumi bakar NT$160, membuat banyak orang terkejut.
Mereka mengingat bahwa sebelumnya daging sapi bakar biasanya dijual di kisaran NT$100 hingga NT$120, dan sotong bakar NT$80 hingga NT$100, tetapi harga saat ini jauh lebih tinggi.
Banyak yang merasa, untuk bisa makan kenyang di pasar malam, setidaknya harus mengeluarkan NT$500 hingga NT$600. Tidak heran jika banyak netizen yang kemudian berkomentar, "Lebih baik makan di restoran saja!"

示意圖/翻攝unsplash
Salah seorang netizen mengatakan, "Seperti chicken chop atau omelet tiram, itu jajanan gorengan biasa, mungkin sekarang harganya hampir dua kali lipat lebih mahal. Makanan goreng umumnya, yang dulu NT$50, sekarang bisa mencapai NT$80-NT$100 yuan."
Perubahan harga makanan di pasar malam cukup terasa di kalangan masyarakat, yang mana ini juga dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku dan sewa. Pola sewa toko juga mulai mengadaptasi tren pasar pagi dan malam, dimana para pedagang sibuk mendorong gerobak mereka untuk persiapan menjual di pasar malam.
Salah satunya adalah lokasi di distrik bisnis Linjiang Street dan Tonghua Street di Kota Taipei, yang paginya merupakan pasar sayur dan malamnya berubah menjadi pasar malam. Di tempat-tempat seperti Jingmei dan Shilin, pemilik tanah juga menyewakan tempat kepada berbagai jenis lapak di waktu yang berbeda. Hal ini memungkinkan penyewa untuk membagi biaya sewa.
Juru bicara situs properti, Chen Ping-chen (陳炳辰) mengatakan, "Menyewakan kepada berbagai jenis usaha di waktu yang berbeda memang bisa menciptakan situasi win-win. Bagi penyewa, ini berarti mereka bisa mendapatkan biaya sewa yang lebih murah, sementara bagi pemilik, kombinasi kedua penyewaan tersebut bisa mencapai level sewa yang mereka inginkan."