History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dokter Ungkap Penyebab Kematian Atlet Bisbol Profesional Taiwan, Chang Chih-chia

  • 06 January, 2024
  • 許秀玉
Dokter Ungkap Penyebab Kematian Atlet Bisbol Profesional Taiwan, Chang Chih-chia

(Taiwan, ROC) --- Mantan pemain bisbol profesional Taiwan, Chang Chih-chia (張誌家), dilaporkan meninggal dunia di usianya yang genap 43 tahun. Dugaan awal penyebab kematiannya adalah serangan jantung. 

Dokter dari Pusat Kardiovaskular Cathay General Hospital, Kuo Chih-tung (郭志東), Rabu (3/1) menyatakan bahwa terdapat tren peningkatan serangan jantung di kalangan anak muda. 
Gaya hidup modern yang lebih kebarat-baratan, sering makan di luar, minum minuman manis dan kurang olahraga, semuanya meningkatkan risiko. Di samping itu, merokok adalah faktor risiko tertinggi. 


Cara untuk mengurangi risiko terkena serangan jantung, selain mengontrol penyakit kronis, adalah dengan memperbaiki gaya hidup. Dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada tanggal 3 Januari 2024, Dokter Kuo Chih-tung, menunjukkan bahwa serangan jantung terjadi ketika plak di dalam pembuluh darah pecah dan menyumbat aliran darah, sehingga darah tidak bisa mencapai otot jantung. 


Gejala paling khas adalah rasa tertekan dan nyeri di dada, seperti ditekan batu, serta tidak bisa mereda dengan hanya beristirahat. Beberapa orang mungkin pingsan atau syok karena tekanan darah yang rendah, dan ada juga yang bahkan bisa mengalami gejala tidak khas, seperti pembengkakan dan nyeri di bagian kaki.


Dokter Kuo Chih-tung menyebutkan bahwa kelompok berisiko tinggi terkena serangan jantung, termasuk orang tua, penderita "tiga tinggi" (tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol tinggi) dan mereka dengan gangguan penyakit kronis. 


Di samping itu. Kebiasaan merokok juga merupakan faktor risiko tinggi. Tingkat kejadian pada pria lebih tinggi dibandingkan wanita, karena wanita dilindungi oleh hormon dan memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular sebelum memasuki menopause. Namun, setelah menopause, risikonya perlahan meningkat, dan pada usia 60-70 tahun, probabilitas serangan jantung pada wanita menjadi sama dengan kaum pria.


Dokter Kuo Chih-tung juga menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, terdapat tren peningkatan kasus serangan jantung di kalangan orang muda, terutama karena kebiasaan makan yang terpengaruh oleh gaya Barat, konsumsi minuman manis, makan di luar rumah, kurangnya aktivitas fisik, dan obesitas.


Dokter Kuo Chih-tung mengatakan, "Beberapa tahun terakhir ini memang ada tren peningkatan kasus di kalangan yang lebih muda. Makanan kita cenderung lebih kebarat-baratan, lebih berminyak, dan makan di luar juga sudah menjadi hal umum. Dalam situasi ini, sulit untuk mengontrol kadar kolesterol dalam makanan. Terkadang orang juga minum minuman manis saat makan di luar, yang mana mempengaruhi kadar gula darah dan peningkatan insulin, yang tentunya memberikan efek negatif."


Selain kondisi kesehatan dan kebiasaan makan, Dokter Kuo Chih-tung menunjukkan bahwa untuk mencegah serangan jantung, penting untuk menghindari fluktuasi tekanan darah yang signifikan, seperti mandi air panas, minum alkohol berlebihan, makan hot pot disertai minuman dingin, dan fluktuasi emosional yang ekstrem seperti marah, yang semuanya bisa memicu serangan jantung. 


Namun, bagi penderita penyakit kronis, terdapat risiko pecahnya plak dalam pembuluh darah dalam segala situasi. Oleh karena itu, fokus pencegahan terletak pada pengendalian penyakit kronis, serta penurunan berat badan dan berhenti merokok, yang tentunya bisa menurunkan risiko terkena serangan jantung.

醫:心肌梗塞年輕化 外食、含糖飲、少運動增風險

(foto: Pixabay.com)

Komentar

Terbarumore