(Taiwan, ROC) Sebuah pesawat Japan Airlines bertabrakan dengan pesawat penjaga pantai Jepang dan terbakar ketika mendarat di Bandara Haneda Tokyo dan seluruh 379 penumpang di dalam pesawat diselamatkan. Pakar menyebut, saat ini kombinasi standar keselamatan baru dan budaya keselamatan penerbangan JAL yang ketat menjadi kunci keberhasilan evakuasi.
Penyebab kecelakaan ini hingga saat ini masih dalam pemeriksaan. Menurut laporan CNN, profesor investigasi keselamatan dan kecelakaan di Universitas Cranfield di Inggris Graham Braithwaite mengatakan, “sangat terkejut melihat situasi yang terjadi dalam rekaman video, satu sisi terkejut dan saat bersamaan juga merasa lega karena semua orang di dalamnya terlepas dari musibah ini.”
Pada tanggal 12 Agustus 1985, sebuah penerbangan Japan Airlines dari Tokyo ke Osaka terjatuh, menewaskan 520 dari 524 orang di dalamnya, menjadikannya kecelakaan udara paling mematikan dalam sejarah penerbangan. Penyebab kecelakaan itu adalah masalah perbaikan bagian ekor pesawat Boeing, bukan perusahaan maskapai itu sendiri.
Braithwaite mengatakan, "Jelas insiden ini berdampak besar pada maskapai penerbangan. Dalam budaya Jepang, mereka memikul semua tanggung jawab atas kecelakaan tersebut dan ingin memastikan bahwa kejadian tersebut tidak akan terjadi lagi."
“Jadi ketika ada masalah, mereka menjadikannya sebagai kesempatan untuk belajar. Setiap kejadian adalah kesempatan untuk memperbaiki diri.”
Pada tahun 2005, JAL mengetahui bahwa banyak karyawan baru yang tidak mengetahui tentang kecelakaan udara tragis 20 tahun lalu, sehingga JAL menyiapkan area khusus di kantor pusat perusahaan untuk memajang beberapa puing-puing pesawat dan kisah kejadian dari awak dan penumpang atas musibah tersebut. “Yang dirasakan adalah karena dari beberapa orang yang telah bergabung dengan perusahaan tidak mengalami kejadian akibat kelalaian atau perbuatan yang salah. Setiap orang wajib memahami upaya besar yang dilakukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan.”
Braithwaite menambahkan, "Mereka mempunyai budaya yang sangat ketat mengenai prosedur operasi standar dan melakukan segala sesuatu dengan benar, menjadi salah satu alasan mengapa awak kabin dapat bekerja dengan optimal dan bertindak sangat baik kali ini."
Seorang pilot dari sebuah maskapai penerbangan besar Eropa, tidak menyebutkan namanya, mengatakan bahwa sangat berkesan dengan sikap pilot, awak kabin dan penumpang, mereka menjadi contoh tepat untuk evakuasi dalam keadaan paling ekstrem.”
Pilot ini juga mengatakan, awak kabin JAL sepertinya sangat memahami prosedur keselamatan maskapai penerbangan, belajar dari musibah kecelakaan pesawat masa lalu bertujuan agar mereka melakukan pekerjaan dengan lebih baik.