(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 25 Desember 2023, seorang siswa berusia 15 tahun bermarga Yang (楊姓) dari sebuah sekolah menengah pertama di Kota New Taipei, mengalami luka parah setelah ditikam di leher dan dada oleh siswa bermarga Guo (郭姓) dari sekolah yang sama dengan menggunakan pisau lipat.
Setelah dua hari dirawat di rumah sakit, Yang pun dinyatakan meninggal dunia. Tim jaksa penuntut juga sudah melakukan autopsi pada jenazah Yang, dan menemukan bahwa Yang menderita 10 luka tikaman yang fatal.
圖/UDN News
Keluarga besar kemudian membawa jenazah Yang ke sekolah untuk melakukan ritual pemanggilan arwah. Setelah autopsi, keluarga Yang berdiskusi selama hampir 7 jam dengan guru Yang, dan memutuskan untuk mengajukan permohonan hukuman berat terhadap Guo ke lembaga peradilan.
Sementara itu, siswi bermarga Lin (林姓) yang menjadi pemicu peristiwa pembunuhan berdarah di sekolah tersebut telah menjadi sasaran para netizen di Taiwan.
Kejadian ini memicu kontorvesi di tengah masyarakat Taiwan belakangan ini. Bahkan teman-teman Lin juga memasang badan membelanya dengan meninggalkan komentar di forum-forum online.
"Mengapa banyak orang terus mengikuti dan menggunakan apa yang mereka anggap sebagai keadilan untuk menyerang orang lain secara online? Saya tidak menghasut siapa pun dan tidak melakukan kesalahan, apa yang sebenarnya kalian lawan?" tulis salah seorang netizen yang diduga adalah orang dekat Lin.
Menurut hasil autopsi, ditemukan bahwa korban telah ditikam sebanyak 10 kali, dengan luka di leher, dada kiri, dan bagian bawah punggung kanan. Dari luka tersebut, enam di antaranya, termasuk di arteri karotis dan dada kiri, serta empat di bagian bawah punggung kanan dekat ginjal, hampir semuanya fatal, menyebabkan korban langsung kehilangan nafas dan detak jantung berhenti di tempat.
Setelah dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi darurat dengan mesin ECMO, detak jantung korban sempat pulih. Namun, setelah dirawat di ruang ICU selama hampir 32 jam, Yang tetap tidak dapat bertahan dan akhirnya meninggal dunia.
圖/UDN News
Warganet yang mengaku sebagai tante dari pihak korban mengeluarkan kecaman keras di media sosial, menuliskan, "Pelaku yang menghasut ini sangat kejam. Salah satu guru menyampaikan bahwa kedua pelaku, yakni Guo yang menikam dan Lin yang menghasut adalah pelajar bermasalah di sekolah. Karena mereka masih di bawah umur, sehingga catatan kriminal mereka sebelumnya tidak dapat dilacak (dicatat), ini tentu sangat tidak adil."
Keluarga korban dan guru kelas Yang diberitakan hadir saat pihak jaksa penuntut melakukan autopsi. Setelah autopsi selesai, keluarga tetap berada di ruang duka selama hampir 7 jam, membahas masalah pemanggilan arwah dan pengaturan pemakaman korban.
Diketahui bahwa korban memiliki prestasi akademik yang cemerlang di kelasnya. Keluarga dan guru sangat berduka atas kematian tragisnya. Mereka menuntut agar siswa berinisial Guo dan siswi berinisial Lin yang menghasutnya, tidak hanya dihukum ringan dengan andil-andil berlindung di bawah payung Undang-undang Remaja. Menurut mereka, ini sangat tidak adil bagi korban dan mereka akan meminta hukuman lebih berat kepada lembaga peradilan.