(Taiwan, ROC) --- Kanker kolorektal (usus besar) telah menjadi penyakit kanker nomor satu di Taiwan selama 14 tahun berturut-turut, menjadikannya "Raja Kanker" bagi warga di Taiwan.
Ahli toksikologi di Taiwan, Chao Ming-wei (招名威) menekankan bahwa kanker kolorektal sebenarnya adalah penyakit yang "disebabkan oleh makanan", dan risiko terkena kanker dapat dikurangi dengan menjaga kebiasaan makan yang baik.
Chao Ming-wei juga merujuk pada penelitian dari luar negeri mengenai pencegahan efektif terhadap kanker usus.
Menurut hasil studi yang diterbitkan jurnal "Gut" oleh tim peneliti dari Universitas Washington, menuliskan bahwa mengonsumsi satu cangkir yogurt setiap hari dapat mengurangi risiko kanker kolorektal sebesar 26%.

圖/招名威臉書
Chao Ming-wei menjelaskan bahwa yogurt memiliki banyak manfaat. Selain sebagai produk susu penting dalam asupan makanan sehari-hari, mengonsumsi satu cangkir kecil yogurt setiap hari, tidak hanya dapat meningkatkan rasa kenyang, tetapi juga merupakan pilihan terbaik untuk mengatasi keinginan menyantap makanan manis.
Selain itu, yogurt juga dapat menyediakan protein dan kalsium, meningkatkan imunitas, merangsang pergerakan usus, mencegah osteoporosis, mengurangi risiko hipertensi, dan mencegah sembelit.
Dia juga menjelaskan bahwa saluran pencernaan cenderung menumpuk kotoran, dan bakteri probiotik dalam yogurt dapat membantu mengeluarkan kotoran ini dari tubuh, sehingga mengurangi zat karsinogenik di saluran pencernaan.
Beberapa orang juga memilih untuk mengonsumsi susu segar untuk mendapatkan nutrisi. Chao Ming-wei menjelaskan, dibandingkan dengan susu, yogurt justru lebih mudah dicerna dan diserap.
Hal ini karena dalam proses fermentasi susu, laktosa dipecah oleh bakteri asam laktat, dan protein serta lemak dalam susu mentah dihidrolisis menjadi peptida dan asam amino yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Ini tidak hanya memudahkan pencernaan dan penyerapan, tetapi juga lebih cocok bagi penderita intoleransi laktosa, yang tidak mengalami masalah seperti sakit perut atau diare setelah mengonsumsinya.

圖/TVBS新聞網
Namun, Chao Ming-wei mengingatkan, sebagian besar produk yogurt bukanlah makanan diet.
Untuk meningkatkan rasa dari yogurt, banyak gula yang ditambahkan ke dalamnya. Selain itu, yogurt sendiri juga mengandung lemak dan kalori.
Orang yang ingin menurunkan berat badan hanya dengan mengonsumsi yogurt mungkin tidak akan efektif. Selain itu, penderita diabetes juga tidak disarankan untuk mengonsumsi yogurt, karena dapat meningkatkan risiko asupan gula yang berlebihan.