(Taiwan, ROC) --- Konon, memakan banyak pisang bisa mudah mengakibatkan sembelit, dan orang dengan sindrom iritasi usus besar harus mengurangi konsumsi pisang. Apakah pernyataan ini benar?
Dokter mengatakan bahwa kuncinya sebenarnya ada pada "warna pisang". Asalkan memilih pisang yang tepat, bisa mencapai efek buang air besar yang sangat lancar, mencegah kram, antioksidan, dan mengisi kembali energi.
Dokter Spesialis Bedah Kolorektal, Huang Yu-chun (黃郁純), menyatakan bahwa pisang mudah dikonsumsi dan merupakan buah yang tinggi serat. Buah ini bermanfaat bagi bakteri dalam usus, dan dapat menyediakan serat, magnesium, kalium, serta memenuhi berbagai nilai gizi untuk tubuh manusia.
Untuk menjaga kesehatan usus, perlu mengonsumsi 25 hingga 30 gram serat setiap hari, dan satu buah pisang mengandung 3 gram serat. Di samping itu, pisang juga kaya akan prebiotik yang kuat, menjadikan buah ini sebagai salah satu pilihan populer di minimarket.
Bersama dengan ubi jalar dan yogurt, pisang dianggap sebagai tiga pilihan utama "pencahar alami" di minimarket.
圖/黃郁純醫師提供
Huang Yuchun menambahkan bahwa ketika membeli pisang, ingat bahwa 3 perubahan warna pada pisang mungkin memiliki efek yang berbeda terhadap usus manusia.
1. Warna Kehijauan: Mengandung Anti-Resistant Starch (ARS) Terbanyak
Banyak orang mengira pisang berwarna hijau tidak boleh dimakan karena belum matang, teksturnya lebih keras dan ada rasa sepat. Huang Yu-chun menyatakan bahwa rasa sepat ini berasal dari tanin.
Meskipun pisang yang berwarna hijau kekuningan sulit dicerna, mereka memiliki kandungan ARS dan prebiotik tertinggi, yang dapat mencapai usus besar dan difermentasi menjadi sumber nutrisi bagi flora usus (komunitas mikroorganisme yang hidup di usus).
ARS adalah jenis karbohidrat yang lambat dicerna, umumnya ditemukan dalam makanan seperti oat, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Sederhananya, tubuh tidak mudah mencernanya dan menyerapnya, tetapi ini adalah favorit bagi flora usus, menyediakan makanan bagi bakteri baik dan mengubah produksi asam empedu.
Huang Yu-chun mengatakan, pisang hijau memberikan rasa kenyang yang paling tinggi, disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita sindrom iritasi usus besar, juga cocok untuk yang mengalami diare, tetapi tidak disarankan bagi yang memiliki masalah pencernaan.

圖/ETnet
2. Warna Kuning: Tinggi Kandungan Soluble Fiber
Ketika pisang matang dan berubah menjadi kuning, mereka mudah dicerna dan kaya akan antioksidan, serta soluble fiber yang membuat sistem pencernaan lancar.
Pada saat ini, tekstur pisang berada dalam kondisi terbaik, tidak terlalu keras atau terlalu lembek, dan nilai komposisi nutrisinya paling kaya, termasuk kandungan vitamin B kompleks yang dapat merangsang metabolisme, serta membantu sintesis protein dan meningkatkan imunitas.
Di samping itu, pisang dengan warna kuning juga mengandung tinggi potasium dan magnesium yang dapat menghilangkan kelelahan, mengurangi risiko kram saat berolahraga, serta mengatasi edema dan memetabolisme kelebihan air dalam tubuh.

圖/日日美鋪
3. Warna Coklat dengan Bintik-bintik: Antioksidan Tertinggi
Pisang yang berwarna kuning gelap, cenderung coklat atau memiliki bintik adalah kondisi pisang yang paling matang, mengandung tingkat antioksidan tertinggi, gula yang tinggi, dan polifenol.
Bintik hitam pada kulitnya merupakan kumpulan zat antioksidan dan juga merupakan keadaan yang paling mudah dicerna. Fosfolipid yang terkandung di dalamnya dapat membantu menghambat ulkus lambung, sehingga sangat direkomendasikan untuk orang tua atau mereka dengan kondisi perut yang lemah.
Selain itu, dapat meredakan sembelit, di mana pektin dan serat larut yang ada dapat menyerap air, memudahkan buang air besar, dan juga merupakan panduan diet yang direkomendasikan setelah operasi wasir, fissura ani atau operasi fistula. Namun, pisang ini tidak disarankan bagi penderita sindrom iritasi usus besar.