History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

"Tamak" Terpilih Sebagai Karakter Mewakili Yuan Legislatif untuk 2023, Amandemen Undang-undang Kesetaraan Gender Menjadi Topik Utama

  • 28 December, 2023
  • 鄭蕙玲

(Taiwan, ROC) --- Pada Kamis hari ini (28/12), Citizen Congress Watch (CCW)  mengumumkan hasil pemilihan karakter yang mewakili untuk tahun 2023, dan sepuluh berita utama Yuan Legislatif untuk periode tahun 2023.

Pada sepanjang tahun ini, beberapa anggota Yuan Legislatif terlibat dalam kasus korupsi, sehingga karakter yang mewakili Yuan Legislatif untuk periode tahun 2023 adalah 貪 baca: Tān.

Secara harfiah, 貪 baca: Tān dapat diartikan sebagai tamak, serakah atau rakus.

Sedangkan untuk sepuluh berita utama Yuan Legislatif, isu gerakan Me Too yang sempat melanda banyak kalangan di Taiwan, terpilih sebagai peringkat pertama. Di samping itu, Yuan Legislatif juga telah menyetujui tiga Amandemen Undang-undang Kesetaraan Gender.

Pada tanggal 28 Desember 2023, CCW mengumumkan hasil pemilihan karakter yang mewakili tingkat Yuan Legislatif untuk periode tahun 2023, serta menentukan sepuluh berita utama secara online.

Dalam pemilihan sepuluh berita utama, peringkat kesepuluh adalah tentang perjalanan ke luar negeri yang dilakukan oleh anggota legislator, setelah pintu perbatasan Taiwan dibuka, tetapi tidak menyertakan dokumen pemeriksaan yang lengkap.

Peringkat kesembilan adalah tentang kontroversi terkait pelaku pembunuhan polisi yang diizinkan menjadi tahanan luar. Yang kemudian memicu amandemen Yuan Legislatif terhadap undang-undang yang mengatur pengecualian kejahatan serius untuk kategori tahanan luar.

Peringkat kedelapan adalah perihal anggota Yuan Legislatif dari kubu Partai Kuomintang (KMT), Ma Wen-chun (馬文君), yang diduga terlibat dalam kasus kebocoran informasi rahasia pembuatan kapal selam.

Peringkat ketujuh adalah amandemen undang-undang perdagangan manusia. Peringkat keenam adalah amandemen peraturan lalu lintas untuk menghilangkan reputasi buruk Taiwan yang dianggap "neraka" bagi pejalan kaki.

Peringkat kelima adalah amandemen Undang-undang Pertambangan, yang kemudian meniadakan klausul monopoli, dan menambahkan hak Suku Penduduk Asli untuk melakukan negosiasi.

Peringkat keempat adalah tentang anggota Yuan Legislatif dari kubu Taiwan People’s Party (TPP), Kao Hung-an (高虹安), yang terlibat dalam kasus penggelapan biaya asisten pribadi.

Urutan ketiga adalah perihal Undang-undang Khusus Pernikahan Sesama Jenis, yang memungkinkan pasangan pernikahan sejenis untuk mengadopsi anak.

Kemudian di peringkat kedua adalah amandemen Undang-undang Pemilu, yang menambahkan klausul anti-organisasi kriminal, yang melarang pelaku kejahatan, kriminal, senjata, dan narkotika untuk mencalonkan diri sebagai pejabat publik seumur hidup.

Berita yang menduduki peringkat pertama adalah gerakan Me Too yang melanda banyak kalangan di masyarakat Taiwan, yang kemudian membuat Yuan Legislatif menyetujui tiga amandemen Undang-undang Kesetaraan Gender.

Ketua CCW, Tseng Chien-yuan (曾建元) mengatakan, "Masalah kesetaraan gender memang merupakan pencapaian isu HAM yang sangat penting di tubuh Yuan Legislatif. Selama masa pemerintahan Presiden Tsai, banyak pencapaian yang telah dilakukan, misal isu adopsi anak oleh pasangan pernikahan sejenis, dan pembelajaran atau aksi yang bisa dipetik dari munculnya gerakan Me Too. Ini merupakan kemajuan yang sangat berarti bagi isu kesetaraan gender di Taiwan".

Di samping itu, CCW juga mengumumkan karakter yang mewakili Yuan Legislatif untuk periode tahun 2023, yaitu 貪 baca: Tān. Pemilihan karakter ini dilakukan setelah melewati proses pemungutan suara.

Tseng Chien-yuan menjelaskan, keterlibatan kepala staf kantor anggota Yuan Legislatif dari kubu Partai KMT, Sra Kacaw (鄭天財), dalam kasus suap kontraktor, dan kasus penyalahgunaan dana asisten oleh Kao Hung-an, membuat publik kemudian memilih karakter "貪" sebagai karakter perwakilan untuk tahun 2023.

Ini juga menandakan bahwa perhatian masyarakat terhadap masalah korupsi di kalangan anggota Yuan Legislatif cukup besar.

Tseng Chien-yuan menyatakan, diperlukan peraturan hukum yang lebih sehat dan advokasi nilai kolektif untuk mengubah budaya politik dan mengendalikan perilaku pejabat publik.

Dengan datangnya masa pemilu bulan mendatang, para pemilih juga akan menggunakan standar ini sebagai panduan dalam memberikan suara mereka.

Komentar

Terbarumore