History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PMA Hilang Kontak Melahirkan Bayinya yang Sudah Meninggal di Pinggir Jalan, Polisi Menginisiasi Pengumpulan Donasi

  • 28 December, 2023
  • 尤繼富
PMA Hilang Kontak Melahirkan Bayinya yang Sudah Meninggal di Pinggir Jalan, Polisi Menginisiasi Pengumpulan Donasi
PMA Hilang Kontak Melahirkan Bayinya yang Sudah Meninggal di Pinggir Jalan, Polisi Menginisiasi Pengumpulan Donasi. 圖/SET News

(Taiwan, ROC) --- Seorang PMA (Pekerja Migran Asing) wanita bermarga Ruan (阮姓) di Kota Taoyuan, Taiwan, mengalami nasib yang cukup tragis. Pada tanggal 26 Desember 2023, Ruan yang berstatus hilang kontak (kaburan) membawa tas berisikan "sesuatu" ke sebuah perusahaan upacara pemakaman di Banqiao, Kota New Taipei, untuk mencari bantuan.

Pemilik perusahaan, yang juga dikenal sebagai "Pengusaha Baja" ternama di Taiwan, Ruan Qiao-ben (阮橋本), terkejut ketika menemukan jasad bayi dalam tas tersebut, ia pun segera melaporkan ke kantor polisi terdekat.

Polisi yang datang ke lokasi menemukan bahwa Ruan telah melahirkan bayi yang telah meninggal. Di kala itu, tubuh Ruan sangat lemah dikarenakan ia baru saja melahirkan anaknya. Petugas polisi yang melihat kondisi Ruan pun langsung memberinya sup ikan, untuk memulihkan kekuatannya.

Petugas kepolisian juga berencana mengumpulkan dana untuk membantu Ruan pulang kembali ke negaranya, termasuk biaya perjalanan dan biaya pengeluaran hidup, membuatnya sangat berterima kasih.

"Pengusaha Baja" yang ditemui Ruan untuk meminta pertolongan menyatakan akan membantu mengurus pemakaman anak Ruan di Taiwan. Ia juga telah meminta pejabat imigrasi untuk memberikan ketenangan pikiran kepada Ruan.

阮女提著嬰屍求助。(圖/翻攝畫面)

Tas yang ditenteng oleh Ruan, yang ternyata berisikan jenazah bayi yang sudah meninggal. 圖/SET News

Petugas dari Kantor Kepolisian Haishan menerima laporan dari perusahaan upacara pemakaman di Jalan Changjiang, Banqiao. Mereka menerima laporan tentang seorang PMA bermarga Ruan yang melahirkan bayi yang telah meninggal dan tengah mencari bantuan.

Saat tiba di lokasi, polisi memastikan bahwa Ruan adalah seorang pekerja migran yang hilang kontak (kaburan). Ruan sempat memeriksa kondisi janin pada tanggal 22 Desember 2023, di salah satu klinik kebidanan di Kabupaten Hsinchu.

Klinik tersebut pun memberikan sertifikat dokter yang menyatakan bahwa janin di dalam perut Ruan telah meninggal. Klinik bersangkutan juga telah menjadwalkan prosedur pengangkatan janin Ruan pada tanggal 26 Desember 2023.

Namun sayangnya, Ruan malah melahirkan bayi yang sudah meninggal tersebut di pinggir jalan pada pagi hari tanggal 26 Desember 2023.

Ruan yang panik, ingin menguburkan bayinya dengan layak. Setelah mencari tahu melalui internet, Ruan memutuskan untuk mencari pemilik dari perusahaan pemakaman di Banqiao, Kota New Taipei.

Berdasarkan informasi yang ia baca, sang pemilik perusahaan pemakaman di Banqiao tersebut sering kali membantu orang-orang yang kesulitan untuk melangsungkan upacara persemayaman hingga pemakaman.

Ruan akhirnya berangkat dari tempatnya di Zhongli, Taoyuan, sambil membawa tas yang berisikan jenazah bayinya menuju Banchiao.

Polisi lalu menghubungi klinik kebidanan yang sempat dikunjungi Ruan di Kabupaten Hsinchu. Namun, pihak klinik menyampaikan bahwa mereka tidak bisa mengeluarkan sertifikat kematian.

Kantor Kejaksaan New Taipei kemudian meminta polisi untuk menyimpan bayi Ruan yang telah meninggal di dalam lemari es jenazah, dan akan melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian.

Ruan (kiri) bersama dengan Kepala Kantor Kepolisian Xinhai, Zhan Ying-shan (詹螢姍). 圖/SET News

Pasca melahirkan, kondisi Ruan sangat lemah. Polisi yang melihatnya pun langsung membelikannya sup ikan hangat dan beberapa suplemen.

Mengetahui dia telah menghabiskan seluruh tabungannya untuk perawatan rumah sakit, Kepala Kantor Kepolisian Xinhai, Zhan Ying-shan (詹螢姍), menginisiasi pengumpulan donasi, guna membantu Ruan mendapatkan tiket pesawat dan biaya pemakaman bayinya.

Karena kondisi kesehatannya yang lemah, Ruan dibawa ke rumah sakit oleh polisi. Setelah diperiksa dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit, Ruan kemudian ditahan sesuai dengan hukum imigrasi, dan kasusnya ditangani oleh Unit Khusus Kota New Taipei.

警方到場協助。(圖/翻攝畫面)

Kondisi Ruan yang lemah membuat petugas kepolisian pun memutuskan memberikannya sup ikan dan suplemen. 圖/SET News

Ruan Qiao-ben (阮橋本) yang dikenal sebagai salah satu pengusaha baja di Taiwan diketahui memiliki sebuah yayasan yang mempunyai visi untuk melakukan pertolongan darurat, terutama bagi mereka keluarga kurang mampu.

Meskipun PMA Ruan kemudian dibawa oleh polisi dan kasusnya ditangani oleh pihak Imigrasi, yang notabene akan mendeportasi dia kembali ke Vietnam, tetapi Ruan Qiao-ben menyatakan bahwa dirinya akan membantu seluruh penanganan bayinya di Taiwan.

Ruan Qiao-ben juga meminta pejabat imigrasi untuk memberitahu Ruan agar dia bisa tetap tenang menunggu hari kepulangannya ke Vietnam.

Komentar

Terbarumore