(Taiwan, ROC) – Sebuah rumah duka di Kota Tangshan, Provinsi Hebei, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memiliki tungku kremasi terpisah untuk kremasi kelas atas dan kremasi kelas bawah. Masyarakat juga dibagi dalam beberapa tingkat berbeda ketika mereka meninggal. Petugas dari Biro Urusan Sipil Kota Tangshan mengatakan pada tanggal 20 Desember lalu, bahwa papan penunjuk yang ada merupakan papan tua yang telah tergantung beberapa tahun lalu dan telah diturunkan. Namun, banyak warganet yang mengutarakan, bahwa beberapa rumah duka memiliki praktek serupa.
Berdasarkan laporan berita dari Jiupai News (九派新聞), Jimu News (極目新聞) dan Shaanxi Media Convergence (SMC), sebuah video yang diposting oleh seorang warganet di Tangshan, Provinsi Hebei memperlihatkan adanya 2 papan petunjuk yang dipasang di area krematorium rumah duka di Distrik Fengrun, Tangshan. Untuk tungku kremasi kelas bawah, mengarah ke kiri dan untuk tungku kremasi kelas atas mengarah ke kanan.
Terkait dengan hal ini, petugas rumah duka mengatakan, “tungku kremasi biasa memiliki bentuk tubuh dan struktur sederhana, sementara tungku kremasi kelas atas didasarkan pada kebutuhan mendiang. Tungku kremasi kelas atas tentunya lebih mewah daripada tungku kremasi kelas bawah dan biayanya relative lebih tinggi.”
Petugas menyampaikan, bahwa tungku kelas atas dan kelas bawah tersedia di seluruh negeri. Tungku kremasi kelas bawah hampir dihentikan dan bebas biaya. Tungku kremasi kelas atas lebih canggih dengan biaya RMB 800 (sekitar NT$ 3.520).
Topik ini menyebabkan diskusi hangat di internet dan petugas dari Biro Urusan Sipil Tangshan pada 20 Desember lalu menyampaikan, bahwa merek tua beberapa tahun lalu telah digantung. Kini, tidak ada pembedaan antara tungku kelas atas atau kelas bawah dan mereknya telah dicabut.
Ada warganet yang menyampaikan, bahwa kremasi jenazah dibagi di tungku kelas atas dan kelas bawah, “apakah ramuan emas dapat dibakar di tungku kelas atas?” Fenomena konyol seperti itu mengingatkan orang pada plot novel “The Seventh Day” karya penulis Yu Hua (余華) bahwa ternyata ada perlakuan berbeda setelah kematian.
Warganet lain mengambil contoh kotanya sendiri, bahwa ada petugas rumah duka yang akan bertanya, apakah ingin menggunakan tungku kelas atas atau kelas bawah sebelum kremasi. “Hal itu dapat dianggap sebagai layanan yang berbeda.” Terkait perbedaannya, petugas menyampaikan bahwa perbedaannya adalah antara pembakaran yang bersih dan tidak bersih, “dengan tungku kelas atas, abunya lebih lengkap.”
Berita Malam Qilu mempublikasikan sebuah komentar diskusi yang menyatakan bahwa status atas atau bawah dari lahir hingga meninggal niscaya akan menyengat saraf sensitif masyarakat. Pelayanan pemakaman merupakan pelayanan umum dan merupakan bagian penting dalam penghidupan masyarakat, dan harus diselenggarakan berdasarkan prinsip nirlaba. "Biaya pemakaman tidak dapat dijadikan sarana untuk menghasilkan pendapatan, apalagi dengan sengaja menerapkan pelayanan yang membeda-bedakan dan merusak keadilan jasa pemakaman.”
![]()
(foto Weibo)