(Taiwan, ROC) – Setelah revisi “Undang-undang Imigrasi, Masuk, dan Keluar Negeri,” pasangan, anak-anak usia di bawah 18 tahun, dan anak-anak penyandang disabilitas dari pemohon yang memberikan kontribusi khusus bagi Taiwan, profesional senior, serta pemenang penghargaan di berbagai bidang profesional, dapat turut menemani dengan izin tinggal permanen (APRC). Amandemen terkait dengan undang-undang ini diharapkan dapat diluncurkan secara resmi pada Tahun Baru 2024.
Kementerian Dalam Negeri (MOI) Taiwan mengeluarkan rilis pers pada 21 Desember, menyampaikan bahwa Menteri Dalam Negeri Lin Yu-chang (林右昌) menyatakan, bahwa UU Keimigrasian, Masuk, dan Keluar Negeri telah direvisi secara signifikan di tahun ini, dengan total 63 amandemen, umumnya mempermudah regulasi tinggal dan menetap, memperkuat hak reunifikasi keluarga bagi imigran yang menikah, menambahkan dan memperberat hukuman ilegal, serta mengamandemen 15 sub undang-undang pendukung, seperti “Regulasi Tinggal, Menetap, dan Izin Tinggal Menetap bagi Warga Negara Asing.” Mempertimbangkan bahwa revisi dari undang-undang ini cukup besar dan menguntungkan untuk hak tinggal masyarakat dan usaha pengacara keimigrasian, maka hal tersebut akan diimplementasikan mulai 1 Januari tahun mendatang.
Lin Yu-chang menjelaskan, mulai tahun depan, pasangan asing yang menjanda / menduda, atau telah tinggal di Taiwan secara legal dan memiliki hak asuh atas anak-anak WN Taiwan yang masih di bawah umur atau telah bertemu dan berinteraksi dengan mereka dapat mengajukan permohonan izin tinggal ke Taiwan dengan visa tinggal. Bagi mereka yang mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), mereka yang bercerai juga dapat melanjutkan izin tinggal, terlepas apakah mereka memiliki anak di bawah umur atau tidak, dan mereka pun tidak perlu mendapatkan perintah perlindungan dari pengadilan.
Lin Yu-chang menyampaikan, revisi undang-undang juga melonggarkan pembatasan tinggal dan tempat tinggal bagi warga negara asing yang tidak terdaftar, termasuk pasangan dari pemohon yang memberikan kontribusi khusus bagi Taiwan, profesional senior, pemenang pertama dari berbagai bidang profesional, anak-anak di bawah 18 tahun, dan anak-anak penyandang disabilitas, dapat menyertai dengan tempat tinggal permanen.
Sebagai tambahan, demi meningkatkan insentif talenta asing untuk tinggal di Taiwan, Lin Yu-chang menyebutkan bahwa amandemen undang-undang tersebut juga melonggarkan aturan bahwa orang asing yang datang ke Taiwan untuk belajar dapat mengajukan perpanjangan izin tinggal selama satu tahun setelah lulus. Jika perlu, mereka dapat mengajukan perpanjangan izin tinggal sebanyak satu kali, dengan total perpanjangan izin tinggal mencapai 2 tahun. Di saat yang sama, ditambahkan jika pemohon datang ke Taiwan untuk wawancara setelah lulus inspeksi dan mendapatkan izin, pemohon dapat menunjuk pengacara untuk menemani wawancara terkait, membuat catatan poin-poin kunci, serta mengekspresikan pendapat hukum secara tepat waktu.
Sebagai tambahan, Lin Yu-chang menekankan bahwa revisi undang-undang ini juga menambahkan bahwa firma hukum dapat mengajukan izin usaha keimigrasian mulai Tahun Baru tahun depan. Bagaimanapun, jika orang yang bertanggung jawab di perusahaan untuk mengurus usaha keimigrasian melakukan penipuan atau pelanggaran kepercayaan dan ditemukan bersalah setelah vonis hukum, maka usaha keimigrasiannya akan dibatas. Adapun ketentuan sanksi dan penahanan dalam revisi UU Keimigrasian, Masuk dan Keluar Negeri akan diimplementasikan mulai 1 Maret tahun depan.