(Taiwan, ROC) – Menurut pemberitaan Voice of America (VOA) melaporkan bahwa seorang pejabat Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) pada Rabu (20/12) memberi tahu puluhan anggota Kongres yang khawatir jika ketegangan di Ukraina dan Israel dapat menghambat penjualan alutsista kepada Taiwan, serta pihak Angkatan Udara sedang terus mengkaji berbagai opsi untuk memprioritaskan dan mempercepat penjualan pesawat tempur F-16 kepada Taiwan.
Wakil Ketua Komite Angkatan Bersenjata Dewan Perwakilan Rakyat AS, Rob Wittman pada bulan lalu (16 November) memimpin penulisan surat bersama dengan 23 anggota Kongres Partai Republik lainnya kepada Menteri Angkatan Udara AS, Frank Kendall. Surat tersebut mengimbau Departemen Pertahanan AS untuk segera menyelesaikan masalah keterlambatan pengiriman pesawat tempur F-16 yang dijual kepada Taiwan.
Media Bloomberg pada Kamis (21/12) melaporkan, Asisten Menteri Angkatan Udara AS, Andrew Hunter dalam sebuah surat balasan kepada Rob Wittman menyatakan bahwa demi proyek peningkatan pesawat tempur F-16 Taiwan, AS telah mengirimkan sebanyak 136 pesawat, dengan 3 pesawat sisanya diharapkan dapat segera dikirim. Selain itu, sebanyak 66 pesawat baru diperkirakan dapat dikirim sebelum akhir tahun 2026.
Bulan lalu, 24 anggota Kongres Partai Republik dalam surat kepada Kendall menyatakan kekhawatiran mereka atas keterlembatan pengiriman 66 pesawat F-16 yang dibeli oleh Taiwan melalui prosedur Penjualan Militer Asing (FMS) AS. Awalnya, pengiriman tersebut seharusnya selesai antara tahun 2025-2026, tetapi kemudian diestimasi bisa tertunda hingga tahun 2026-2027. Jawaban dari Hunter sekarang menunjukkan bahwa secara waktu mungkin masih akan diselesaikan sesuai dengan jadwal awal.