History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hilang Kontak 7 Tahun! PMA Kaburan Vietnam Berubah Menjadi Dokter “Klinik Kecantikan Ilegal”, Cuan Jutaan Dolar Taiwan dari Operasi Pembesaran Payudara & Memancungkan Hidung

  • 20 December, 2023
  • 陳柏萇
Hilang Kontak 7 Tahun! PMA Kaburan Vietnam Berubah Menjadi Dokter “Klinik Kecantikan Ilegal”, Cuan Jutaan Dolar Taiwan dari Operasi Pembesaran Payudara & Memancungkan Hidung
Hilang Kontak 7 Tahun! PMA Kaburan Vietnam Berubah Menjadi Dokter “Klinik Kecantikan Ilegal”, Cuan Jutaan Dolar Taiwan dari Operasi Pembesaran Payudara & Memancungkan Hidung (Sumber foto: TVBS)

(Taiwan, ROC) – Baru-baru ini terendus kasus “Praktik Kecantikan Ilegal Pekerja Migran” di Distrik Sentral, Kota Taichung, di mana “Pei” (30) seorang pekerja migran hilang kontak asal Vietnam mempelajari keterampilan terkait ilmu kedokteran estetika dari sesama rekan senegaranya. Setelah merasa “lulus” dari kursus ilegal tersebut, dirinya pun membuka studio kedokteran estetika di dekat Stasiun Kereta Api Taichung dan melayani rekan-rekan sesama warga Vietnam untuk menjalani prosedur estetika, bahkan secara aktif mempromosikan dirinya di media sosial. Namun, pada akhirnya dirinya pun ditangkap oleh Ditjen Imigrasi dan lembaga lainnya, serta diserahkan ke yang berwenang untuk menjalani proses hukum.

Pei awalnya datang bekerja di Taiwan sebagai pekerja di industri manufaktur. Setelah meninggalkan majikan resminya pada 7 tahun yang lalu, dirinya pun secara diam-diam mendirikan usaha di Taiwan. Ia dilaporkan mempelajari seni kedokteran estetika dari sesama warga Vietnam, dan membuka studio kedokteran estetika di dalam ASEAN Square, lalu baru-baru ini pindah ke dalam sebuah apartemen yang bertempatkan di dekat Stasiun Kereta Api Taichung setelah menguasai keterampilan tersebut. Selama 5-6 tahun terakhir, Pei telah secara ilegal melaksanakan prosedur estetika mikro dan memiliki reputasi baik di antara rekan-rekan sesama warga Vietnam, serta telah menjadi ikon untuk bisnis ilegalnya tersebut.

Pei menyadari bahwa dirinya tidak dapat memperoleh lisensi dokter yang sah di Taiwan, jadi ia memutuskan untuk membeli injeksi kecantikan dari Vietnam yang asal-usulnya tidak jelas melalui internet, kemudian pesanan tersebut dikirim ke Taiwan melalui pos ataupun dengan cara menitip barang-barang tersebut kepada sesama warga Vietnam untuk dibawa masuk ke Taiwan. Pei juga dilaporkan ada melakukan prosedur kedokteran estetika invasive seperti membuat lipatan kelopak mata ganda, merapikan bentuk bibir, pembesaran payudara, pembesaran pantat, pembesaran bibir dan operasi hidung. Terutama, tren prosedur estetika terkini seperti “Bibir berbentuk M” yang sangat populer, berhasil menarik perhatian banyak orang, serta meminta Pei untuk merapikan bibir atas dan bawah mereka. Pei juga sangat aktif sekali dalam memanfaatkan media sosial seperti facebook dan TikTok untuk melakukan siaran langsung, serta memperlihatkan perbandingan sebelum dan sesudah operasi, dengan harapan dapat menarik lebih banyak pelanggan.

Menurut laporan yang ada, Pei dikabarkan hanya mengenakan biaya sebesar NT$ 4000/mL untuk injeksi Asam Hialuronat, yang berarti hanya sekitar sepertiga hingga seperlima dari harga pasar yang mencapai puluhan ribu dolar Taiwan per mililiternya. Untuk bagian yang membutuhkan volume lebih besar seperti pantat, harga yang dipatok oleh Pei bahkan dapat diturunkan menjadi ratusan dolar Taiwan per mililiter. Selain itu, biaya untuk operasi kelopak mata ganda dan penyempitan sayap hidung hanya sekitar NT$ 10.000, sementara biaya untuk merapikan bibir atas atau bawah adalah NT$ 8.000. Bisnis ilegal Pei cukup baik, dengan pendapatan ilegalnya mencapai lebih dari 1 juta dolar Taiwan.

Satgas Ditjen Imigrasi Urusan Distrik Sentral, Kota Taichung bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Kota Taichung membentuk tim khusus guna menyelidiki “dokter estetika gelap”. Mereka melaporkan kasus ini kepada jaksa di Kantor Kejaksaan Distrik Taichung untuk menyelidikinya. Dalam penggeledahan di studio Pei, mereka menyita berbagai alat dan produk bedah termasuk Asam Hialuronat, Botox, obat bius, jarum suntik dan spuit, krim pemudar dan peralatan bedah lainnya yang sumbernya tidak jelas. Pei dijerat dengan dugaan pelanggaran UU Dokter dan UU Obat-obatan, dan kasusnya telah diserahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Taichung untuk penyelidikan lebih lanjut. Baru-baru ini, Pengadilan Distrik Taichung menjatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun dan 2 bulan kepada Pei, serta menyita pendapatan ilegalnya sebesar NT$ 325.000 dan mengejar penarikan sebesar NT$$ 675.000 yang belum disita.

Kepala Satgas Kota Taichung, Lin Jun-qing (林俊清) mengemukakan, berdasarkan UU Dokter Pasal 28, bagi mereka yang tidak memiliki kualifikasi dokter yang sah dan melakukan praktik medis, maka dapat dihukum penjara selama 6 bulan hingga 5 tahun, serta denda antara NT$ 300.000-1.500.000. Selain itu, berdasarkan UU Obat-obatan Pasal 28, mengimpor obat terlarang tanpa izin dapat dihukum penjara hingga 10 tahun dan denda hingga NT$ 100.000.000.

Komentar

Terbarumore