History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Wawancara dengan Media Jerman, Menteri Joseph Wu: Dukungan Lintas Partai AS Terhadap Taiwan Tidak akan Terpengaruh Hasil Pemilu

  • 20 December, 2023
  • 尤繼富
Wawancara dengan Media Jerman, Menteri Joseph Wu: Dukungan Lintas Partai AS Terhadap Taiwan Tidak akan Terpengaruh Hasil Pemilu
Wawancara dengan Media Jerman, Menteri Joseph Wu: Dukungan Lintas Partai AS Terhadap Taiwan Tidak akan Terpengaruh Hasil Pemilu

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 19 Desember 2023, Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyatakan Menteri MOFA, Joseph Wu (吳釗燮), dalam wawancara bersama dengan delapan media utama Jerman, menyampaikan bahwa dukungan Amerika Serikat terhadap Taiwan tidak akan pernah berubah, terlepas dari hasil pemilu AS tahun depan.

Kebijakan untuk mempertahankan stabilitas di Selat Taiwan juga tidak akan berubah, terlepas dari hasil pemilu Taiwan tahun mendatang.

Pada tanggal 28 November 2023, Menteri Joseph Wu menerima wawancara bersama dengan delapan media utama Jerman. Dalam wawancara tersebut, Menteri MOFA menerangkan perihal ancaman militer Tiongkok terhadap Taiwan, serta menekankan akan pentingnya Taiwan bagi komunitas internasional. Di samping itu, Joseph Wu juga menyampaikan pendapatnya perihal penguatan hubungan antara Taiwan dengan Jerman.

Hasil wawancara tersebut telah diterbitkan secara bertahap oleh beberapa media seperti "Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ)" dan "Tagesspiegel".

Menteri Joseph Wu menekankan bahwa ancaman militer Tiongkok terhadap Taiwan meningkat setiap harinya. Namun, pakar menunjukkan, kalau saat ini Tiongkok tidak memiliki persiapan konkret untuk menyerang Taiwan secara besar-besaran.

Sebaliknya, Tiongkok mencoba menerapkan strategi "menaklukkan tanpa berperang" sambil melancarkan serangan siber, menyebarkan informasi palsu, dan melakukan perang kognitif terhadap Taiwan, yang bertujuan untuk mengganggu opini publik, memecah belah masyarakat, dan mengintervensi pemilihan presiden. Yang pada akhirnya, rakyat Taiwan diharapkan akan menyerah dan secara sukarela menjadi bagian dari Tiongkok.

Rakyat Taiwan sudah waspada terhadap taktik ini, dan pemerintah juga berupaya keras untuk mencegah trik Tiongkok tersebut berhasil.

Menteri Joseph Wu menekankan, mengingat pentingnya Taiwan dalam rantai pasokan semikonduktor dan fungsi krusialnya sebagai pusat logistik global, membuat ancaman Tiongkok terhadap Taiwan juga akan mempengaruhi kepentingan negara-negara lain.

Ambisi Tiongkok tidak hanya terbatas pada Taiwan, tetapi telah meluas ke Laut Tiongkok Selatan, Laut Tiongkok Timur, Samudra Hindia, dan Pasifik. Taiwan berada di garis terdepan melawan otoritarianisme. Jika upaya pertahanan diri Taiwan gagal, maka negara-negara lain juga akan terkena dampaknya.

Menteri MOFA juga menambahkan, meskipun dunia secara intensif memperhatikan situasi di Ukraina, dukungan Amerika Serikat, Eropa, Kanada, dan negara-negara lain terhadap Taiwan tetap kuat dan terus meningkat.

Baik di KTT G7, maupun Uni Eropa, stabilitas dan perdamaian di Selat Taiwan merupakan isu yang menjadi perhatian seluruh negara.

Menteri Joseph Wu menyebutkan, meskipun Tiongkok mencoba memecah belah hubungan Taiwan dengan negara-negara lain, tetapi upaya tersebut tidak berhasil. Negara-negara di Eropa Timur dan Baltik tetap membuka kedua tangan mereka terhadap Taiwan.

Ekspansionisme Tiongkok tidak hanya gagal memecah belah negara-negara demokrasi, tetapi justru membuat mereka lebih bersatu dan kompak.

Joseph Wu juga menekankan bahwa dukungan Amerika Serikat terhadap Taiwan datang dari seluruh anggota lintas partai setempat dan tidak akan berubah, terlepas dari hasil pemilu AS tahun depan.

Demikian pula, dengan kebijakan untuk menjaga stabilitas Selat Taiwan, yang juga tidak akan terpengaruh dari siapa yang akan memenangkan pemilu Taiwan tahun mendatang.

Saat ini Taiwan sedang melakukan reformasi militer, dan negara-negara demokrasi utama di kawasan Indo-Pasifik juga terus memperkuat persenjataan mereka, diyakini mampu mencegah terjadinya konflik regional bersama-sama.

Menteri MOFA juga menyatakan, Taiwan dan Jerman berbagi tentang nilai-nilai demokrasi dan kebebasan. Di tengah posisi global yang semakin menentang rezim otoriter, membuat negara-negara Uni Eropa telah menyadari risiko berdagang dengan Tiongkok.

Jika Jerman mengadopsi kebijakan 'de-risking', Taiwan juga akan mendapat keuntungan secara tidak langsung.

Menteri Joseph Wu juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Jerman atas dukungannya terhadap perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Dia juga menyebutkan bahwa baru-baru ini, TSMC memutuskan untuk berinvestasi di Dresden, Jerman, yang tentunya akan meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara Taiwan dengan Jerman.

Kedua belah pihak harus mempertimbangkan pertemuan resmi tingkat tinggi lebih lanjut untuk membahas isu-isu yang mempengaruhi kepentingan bilateral.

Komentar

Terbarumore